Terlibat Pemalsuan Tanda tangan Kuitansi Jual Beli Mobil, Oknum Polisi Ini Dilaporkan Ke Mabes Polri

Selasa, 04 April 2017 00:13 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terlibat Pemalsuan Tanda tangan Kuitansi Jual Beli Mobil, Oknum Polisi Ini Dilaporkan Ke Mabes Polri
Banyuwangi, Semetonnews - Kasus ini bermula dari kendaraan milik Didit Yunanto Eko Manu, warga dusun Gurit Rt 03/Rw 04, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, jenis minibus jenis toyota avanza, bernopol KT 13 MO yang di mutasi secara sepihak oleh Untung Slamet, uniknya pelaku Untung Slamet ini dibantu oleh oknum petugas samsat polres Banyuwangi, yang mana kendaraan tersebut telah berubah nopolnya menjadi P 1619 WB. 

Kasus penggelapan kendaraan bermotor roda empat yang telah dilaporkan ke Polisi sejak setahun lalu, hingga kini terbengkalai. Pihak Kepolisian Resort Banyuwangi dan jajarannya, rupanya enggan menanggapi laporan ini, karena ada keterlibatan Anggota yang memalsu tanda tangan pada kuitansi jual beli.


(Alat Bukti) 

Korban yang dirugikan telah melaporkan kasus ini ke Polsek Rogojampi pada 02 Maret 2016, dan melaporkannya kembali pada 02 Pebruari 2017 ke Polres Banyuwangi, sayangnya hingga kini tak ada proses tindak lanjut. 

 “ Sudah berulang kali saya melaporkan kasus ini, tapi tetap saja dalam SP2HP yang keluar 2016 lalu, tidak ada kelanjutan, sebagai warga saya bingung lapor kemana, hingga saya laporkan kembali pada pebruari lalu,” ungkap Didit. Senin (3/4).

Sementara dalam pengurusan surat mutasi kendaraan tersebut, terbukti oknum polisi berpangkat Aiptu, menggunakan tanda tangan palsu yang dibubuhkan pada lembar kuitansi sebagai bukti jual beli kendaraan, hal ini terungkap dari hasil investigasi LSM Macan Putih yang mendampingi proses hukum korban Didit Yunanto Eko Manu. 


Saksi dalam keterangannya secara tertulis mengungkapkan bahwa ia mengetahui secara langsung kronologis mutasi kendaraan tersebut, adanya kuitansi pembelian yang menjadi dasar alat bukti ternyata tidak sesuai dengan tanda tangan pemilik asli.


“ Indikasi kuat permainan oknum Samsat Polres Banyuwangi sudah jelas, dimana saksi melihat kuitansi dibuat sesuai dengan permintaan dari Untung Slamet,” kata Suparmin , SH dari LSM Macan Putih.

Lebih lanjut, Suparmin, SH mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan laporan ke sejumlah intansi Kepolisian baik di Jawatimur, maupun Pusat serta Kompolnas dan Komnas Ham.

“ Kita sudah tidak mau main main, dengan perilaku aparat yang begini, pasalnya tugas fungsi dan kewenangan sebagai anggota Polri sudah dilecehkan, kita tunggu saja,” pungkasnya.

Dari keterangan saksi, oknum anggota Samsat Polres Banyuwangi bernama Aiptu Imam Supi’i, yang kini bertugas di Polsek Benculuk terlibat langsung sebagai pelaku yang memalsu tanda tangan pemilik, hal ini diketahui adanya perbedaan tanda tangan pada lembar kuitansi jual beli kendaraan tersebut, modus ini dilakukan guna memudahkan proses mutasi kendaraan KT 13 MO milik Didit Yunanto Eko Manu menjadi P 1619 WB yang diatasnamakan Untung Slamet,i nformasi dari narahubung Semetonnews dilapangan diduga hal ini dilakukan oknum polisi tersebut sesuai permintaan Untung Slamet, diduga tidak cuma sekali ini saja.(WN/ SN)