Sambut Hari Raya Galungan, Warga Desa Adat Sumerta Kibarkan Bendera Perjuangan Tolak Reklamasi Teluk Benoa.

Selasa, 04 April 2017 07:17 Politik

Bagikan

Sambut Hari Raya Galungan, Warga Desa Adat Sumerta Kibarkan Bendera Perjuangan Tolak Reklamasi Teluk Benoa.
Bendera ForBali bersanding dengan Penjor
Denpasar, Semetonnews-Meskipun disibukkan dengan kegiatan adat menjelang hari raya Galungan yang jatuh pada hari Rabu, 5 April 2017, warga Desa Pakraman/Adat Sumerta meluangkan waktunya untuk mengibarkan secara serentak bendera perjuangan ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa) diruas jalan di lingkungan Desa Adat Sumerta. Pemasangan bendera ini dilakukan pada hari minggu, 2 April 2017 dari sore hingga malam di Jalan Kenyeri, Jalan Kecubung, Jalan Hayam Wuruk dan di Jalan Katrangan, Denpasar.

Pemasangan bendera kali ini diikuti oleh perwakilan Sekehe Teruna Teruni (STT) atau organisasi pemuda adat yang ada di Desa Adat Sumerta. Salah seorang perwakilan STT yang ikut serta dalam kegiatan ini, I Wayan Budiantara menyampaikan walaupun menjelang Hari Raya Galungan mereka disibukkan oleh kegiatan adat dan keagamaan, namun mereka berupaya mencari waktu berkumpul untuk memasang bendera sebagai bentuk konsistensi dan ketegasan dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. "Kita tidak boleh diam karena mereka terus bergerak untuk memuluskan reklamasi", ujarnya.

I Wayan Murdika, selaku Kepala Dusun Banjar Peken, Sumerta Kaja yang ikut serta dalam kegiatan tersebut mengaku sangat bangga dengan kegiatan yang dilakukan para pemuda ini. "Perjuangan menolak reklamasi ini harus senantiasa digelorakan, tidak boleh padam, apalagi para pemudalah yang akan mengisi masa depan sudah sepantasnya menjadi motor perjuangan", tandasnya.

Selanjutnya ia mengatakan, kegiatan para pemuda disela-sela kesibukan mempersiapkan Hari Raya Galungan ini merupakan wujud memaknai Hari Galungan yang merupakan hari penting terciptanya Alam semesta beserta isinya, dimana dalam pelaksanaan Galungan adalah sebagai simbolis kemenangan Dharma melawan Adharma (kemenangan kebenaran melawan kejahatan). "Perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa adalah perjuangan Dharma melawan Adharma, yakinlah Dharma akan menang", tandas I Wayan Murdika.(ForBali/SN)