Gudang Gas Oplosan Resahkan Warga, YLKI Bali Desak Kepolisian Tegas Terhadap Pemilik Gudang Oplosan (Indepht Report ke 3 )

Selasa, 04 April 2017 18:00 Hukum & Kriminal

Bagikan

Gudang Gas Oplosan Resahkan Warga, YLKI Bali Desak Kepolisian Tegas Terhadap Pemilik Gudang Oplosan (Indepht Report ke 3 )
Lokasi Gudang Distribusi Gas Milik Robert Di Jalan Muding

Denpasar, Semetonnews - Praktek jual beli tabung yang dilakukan oleh agen ternyata berdampak luar biasa, sirkulasi untuk wilayah Tabanan, Denpasar, dan Badung dari informasi salah satu pengecer mencapai 1000 tabung perhari, situasi ini menambah daftar kerugian konsumen yang dilakukan oleh pengusaha nakal.   

Seperti gudang milik Bg dari pantauan semetonnews,bahwa kendaraan yang keluar dari gudang di jalan Ir Soekarno didistribusikan ke wilayah Jl.Muding, Denpasar.


Dari sirkulasi ini, hulu distribusi Gas elpiji  yakni SPBE tidak mendapat pengawasan ketat, terbukti selama ini tidak ada badan pengawas yang di miliki secara independen untuk mengawasi isi dalam tabung secara periodik, adapun dinas terkait nihil tindakan.

 

Melihat situasi tersebut, Putu Armaya selaku Ketua YLKI (Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia), Bali menyayangkan sikap abai pemangku kekuasaan terhadap perlindungan konsumen.


“Di dalam pasal 4 UU no 8 th 1999 tentang perlindungan konsumen, konsumen punya hak atas keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa,  dan di pasal 8 UU konsumen juga mengatur tentang berat netto dan takaran isi, sebenarnya ada sangsi, jika tabung gas elpiji yang ada di pasaran isinya tidak sesuai , pihak toko dan pengecer kena sangsi pidana 5 tahun dan denda 2 milyar,” ujar Ketua YLKI Bali ini. 


Tabung Gas dilapangan yang berhasil ditemukan dalam investigasi, dari gudang distribusi di Muding milik Robert, terungkap  bahwa berat netto tabung yang mestinya 5 kg hanya menjadi 3 kg gram

 

Lebih lanjut, Putu Armaya mendesak pihak kepolisian dan intansi terkait termasuk Pertamina, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, harus berani tindak tegas pengusaha nakal, “Kami meminta kepada polisi agar melakukan tindakan, dan berikan sangsi melalui UU migas, UU Perlindungan  konsumen, dan pihak terkait juga untuk proaktif untuk melindungi konsumen, kalau memang gas tabung tersebut tidak sesuai takaran, Pertamina, pemda, kepolisian harus bersatu padu mengatasi hal ini."Lanjut Putu.


Sementara itu Polda Bali melalui Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol Kombes Pol Hengky Widjaja, saat dikonfirmasi Semetonnews tentang hal ini, masih belum mendapatkan konfirmasi dari Kapolres Tabanan,“Saya Masih minta konfirmasi ke Kapolres Tabanan,“ tulis Kabid Humas melalui pesan singkat.


Hingga berita ini diturunkan aktivitas masih berlangsung di dua lokasi jalur distribusi Gudang Pengoplosan dan Pendistribusian Gas tersebut.


Sirkulasi yang dimainkan seusai pengakuan salah satu pengecer, dari 1000 tabung 7000 dipindahkan isinya dan sekitar 300 tabung yang di salurkan ke pengecer. (SN)