Ketua Komite SMP Negeri 2 Banyuwangi Diduga Tarik Pungli

Kamis, 06 April 2017 07:00 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ketua Komite SMP Negeri 2 Banyuwangi Diduga Tarik Pungli
Ilustrasi Pungli

Banyuwangi, Semetonnews – Dugaan pelanggaran dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ketua Komisi 2 dari Fraksi Partai Golkar, Marifatul Kamila,SH. 

Fakta terungkap, dari laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Macan Putih kepada Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, tanggal 26 September 2016. Marifatul Kamila , SH dilaporkan karena diduga melanggar fungsi pengawasan yang dimilikinya sebagai anggota DPRD. Ia sendiri saat ini selain sebagai anggota DPRD Banyuwangi aktif, juga merangkap sebagai ketua komite sekolah SMPN 2 Banyuwangi. 



Berdasarkan laporan masyarakat dan bukti rekaman, kejadian berawal pada tanggal 23 Juli 2016, berlokasi di SMP Negeri 2 Banyuwangi, dalam pertemuan antara pihak sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa baru, Marifatul Kamila dengan lantang di hadapan wali murid tentang adanya kebutuhan (dana) sekolah, dan dana peran serta masyarakat. 

Dalam rekaman suara terungkap jelas bahwa Marifatul Kamila, SH dalih yang dipakai kebutuhan dana untuk pengembangan atap aula sekolah. “Pengembangan aula kita itu hanya kurang atap, kurang lebih RAB nya itu Rp.322.300.000,- (tiga ratus dua puluh dua tiga ratus) bagaimana penyelesaian itu kita diskusikan siang ini,” kata Ketua Komite SMP 2 Negeri.

Sesuai rekaman yang diterima Redaksi Semetonnews, terungkap rincian anggaran sesuai kebutuhan, yang ditanggung oleh wali murid 280 siswa baru sebesar Rp.1.119.097,22.


"Saya ingin sedikit menggambarkan ada rincian, ada rincian anggaran penyelesaian pengembangan gedung SMP 2 ini, saya menerima bahwa yang diterima di SMP 2 ini ada 280 anak , selamat bagi wali murid dan ada RAB Rp.322.300.000,00 , ditanggung 280 anak, dananya terkumpul satu bulan kita selesaikan satu bulan itu, Rp.322.300.000,00 itu ditanggung 280 anak,” jelas Anggota DPRD yang akrab dipanggil Rifa ini.


Hasil investigasi Semetonnews.com dari data yang diperoleh bahwa SMP Negeri 2 Banyuwangi, peroleh Dana Bos sebesar Rp. 1.482.600,00/bulan, dibagi 280 siswa maka dibutuhkan Dana Peran Serta Masyarakat pengganti SPP per siswa sebesar  Rp. 62.736,00 (enam puluh dua ribu tujuh ratus tiga puluh enam ribu) per bulan. Terdapat selisih penggelembungan dana semula dari Rp. 62.736,00 menjadi  Rp. 1.119.097,22. hingga ada selisih, Rp. 1.056,361,22 /persiswa. 


Lebih lanjut, warga juga menyayangkan pungutan yang dibebankan kepada mereka, dikonfirmasi oleh Semetonnews.com, Sutiyono salah satu wali murid ini membenarkan terkait pungutan atap gedung pengembangan Aula SMP Negeri 2 Banyuwangi oleh Ketua Komite Sekolah, Marifatul Kamila.

“Memang siapa pun bisa menjadi komite sekolah tetapi yang paling tepat sebagai komite sekolah adalah harus benar-benar peduli terhadap dunia pendidikan, sementara seorang wakil rakyat harus fokus pada tupoksinya sebagai komite sekolah,sudah barang tentu jalur tugasnya sangat berbeda, wakil rakyat tupoksinya sebagai pengawas sementara komite sekolah adalah sebagai pelaksana.”Kata Sutiyono.


Dikonfirmasi secara terpisah, Semetonnews hingga saat ini belum mendapatkan jawaban dari Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Banyuwangi. (WN/SN)