Rektor Untag Banyuwangi: Publik Tidak Perlu Risau Atas Status Untag.

Jumat, 07 April 2017 18:48 Nasional

Bagikan

Rektor Untag Banyuwangi: Publik Tidak Perlu Risau Atas Status Untag.
Eko Soekartono, Ahmad Badawi, Andang Subahariyanto, (Wan-SN)
Banyuwangi, Semetonnews - Situasi Kampus Merah (Untag Banyuwangi, red), di Jalan Adi Sucipto siang itu tampak normal, mahasiswa menjalani aktivitas seperti biasa. Universitas 17 Agustus 1945 kondisinya sudah berangsur pulih,  setelah sebelumnya sempat memanas karena persoalan hak kepengurusan yayasan.  

Gugat menggugat pun berakhir dengan dimenangkannya Kubu Sugihartoyo oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, dimana gugatan Kemkumham bersama kubu Sugihartoyo melawan kepengurusan Waridjan seperti yang tertuang dalam surat salinan putusan nomer 351/2016/PT.TUN-JKT, tertanggal 21 Pebruari 2017
memutuskan,  menyetujui adanya perubahan anggaran dasar bahwa Sugihartoyo sebagai pengurus.  

Sementara status "pembinaan " yang dimiliki Untag Banyuwangi, ldikeluarkan oleh DikTI, menanggapi hal ini kuasa hukum Untag Ahmad Badawi menyatakan bahwa hal ini tidak mempengaruhi situasi perkuliahan," kita berkeyakinan bahwa dikti belum tau putusan pengadilan TUN, yang menyetujui anggaran dasar Sugihartoyo sebagai pengurus,"jelas Badawi. 

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara,  sudah membatalkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, sehingga SK menkumham yang memberikan Sugihartoyo sebagai pengurus tetap. 


Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subahariyanto menegaskan, jika perkuliahan tidak terganggu dengan status PDPT tersebut. Andang mengatakan jika pihaknya sekali lagi menjamin agar publik tidak risau, "Tidak sama, berbeda sekali kalau Untag dibekukan , 23 Maret kemaren statusnya dalam  pembinaan,  itu biasa bagi perguruan tinggi, apakah faktor manajemen, atau faktor lain, sejauh yang saya tau dari dirjen kelembagaan kemristek dikti, kampus yg bersangkutan masih bisa melakukan tridarma perguruan tinggi kecuali perguruan tinggi yang sedang menghadapi dualisme kepemimpinan, dan dari informasi yang saya terima, pendidikan, seperti aktivitas pendidikan, penelitian,pengabdian, masih bisa dilakukan,"jelasnya.(WN/SN)