Putusan PK Belum Jelas, Pasutri Jagal Kampial Sudah Siapkan Upaya Hukum Lain

Minggu, 09 April 2017 23:59 Hukum & Kriminal

Bagikan

Putusan PK Belum Jelas, Pasutri Jagal Kampial Sudah Siapkan Upaya Hukum Lain
Heru dan Anita, pasutri terpidana mati kasus pembunuhan sekeluarga di Kampial saat mendaftarkan PK di PN Denpasar (SN),
Denpasar,Semetonnews- Hingga berita ini ditulis, nasib pasangan suami istri (pasutri) Heru Hendriyanto alias E'en alias Komang dan Putu Anita Sukra Dewi,  yang divonis mati karena terbukti sebagai otak pelaku pembunuhan sadis di Kampial, Badung belum juga ada kejelasan. Pasalnya, upaya hukum PK (peninjauan kembali) yang diajukan beberapa bulan lalu, belum ada kejelasan. 

Edy Hartaka, kuasa hukum kedua terpidana mati ini membenarkan bila hingga saat ini belum ada keputusan apakah PK yang diajukan itu dikabulkan atau tidak. “Kami sudah cek di PN Denpasar tapi sampai saat ini memang putusan belum turun,” ujar Edy, Minggu (9/4/2017). 

Namun begitu, Edy Hartaka mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kedua terpidana mati itu  untuk menentukan langkah selanjutnya apabila PK yang diajukan tidak membuahkan hasil. Dikatakanya, kedua terpidana mati ini masih miliki hak untuk mengajukan PK jilid II dan juga tentunya memohon pengampunan (Grasi) dari Presiden RI


"Soal mau PK jilid II atau lagsung Grasi akan kami pikirkan kemudian, yang jelas kami masih menunggu putusan PK yang sudah kami ajukan,"tegas pengacara asal Solo, Jawa Tengah itu. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sidang PK di PN Denpasar yang dipimpin hakim Gde Ginarsa, pasutri terpidana mati memohon kepada MA untuk membatalkan putusan kasasi yang menjatuhkan hukuman mati untuk keduanya. 

Ada beberapa alasan yang diajukan dalam memori PK tersebut, diantaranya penerapan hukum tingkat kasasi (Judex Juris) telah khilaf atau melakukan kekeliruan yang nyata, karena tidak pernah mempertimbangkan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005.

Seperti diketahui sebelumnya, MA melalui persidangan tingkat kasasi menjatuhkan vonis mati pasangan suami istri Heru Hendriyanto dan Putu Anita Sukra Dewi yang membunuh satu keluarga di Perumahan Kampial Residen, Kuta Selatan, Badung pada 16 Pebruari 2014 lalu. 

Putusan MA ini sendiri diketok oleh Mayjen (Purn) Imron Anwari sebagai ketua majelis dengan anggota Prof Dr Gayus Lumbuun dan Dr Salman Luthan sebagai anggota. Vonis yang mengantongi perkara 675 K/PID/2013 itu diketok pada 11 Juli 2013 lalu ini juga menguatkan putusan PN Denpasar pada 6 November 2012 dan putusan PT Denpasar pada 7 Januari 2013 yang juga menghukum mati Heru dan Anita. 

Selain itu, dua rekannya yaitu Abdul Kodir dan Syafaat juga divonis mati karena terbukti ikut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga yaitu Made Purnabawa (28)  dan istrinya, Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (27) dan anak perempuannya, Ni Wayan Risna Ayu Dewi (9).(MG/SN)