Logo Palu Arit Di Aksi Demo Tolak Tambang Gunung Tumpang Pitu Muncul Tak Terduga

Senin, 10 April 2017 15:37 Nasional

Bagikan

Logo Palu Arit Di Aksi Demo Tolak Tambang Gunung Tumpang Pitu Muncul Tak Terduga
Aksi Demo Tambang Banyuwangi, Demo Tolak Tambang, Tumpang Pitu
Banyuwangi, Semetonnews -
Aksi tolak penambangan emas di Tupang Pitu, Kecamatan Pesanggaran pada hari Selasa (4/4/2017) lalu menyisakan masalah. Pasalnya spanduk yang di bawa oleh warga pengunjuk rasa ada logo palu aritnya yang idektik dengan logo Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan beberapa tokoh masyarakat dan  lembaga kemasyarakatan mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini. 

Koordinator LSM LPPNRI, Hari Prakisto, dengan tegas mengatakan, logo yang di bawa oleh para pendemo itu identik dengan logo PKI. Agar masalah ini tidak meruncing hendaknya aparat penegak hukum harus segera mencari sumbernya, siapa orangnya dan ini harus di tindak tegas.

“Jangan ada PKI-PKI gaya baru muncul di bumi pertiwi ini, saya harap polisi sebagai garda terdepan penegakan hukum harus segera mencari  orang-orang tersebut,”ujar Hari Prakisto dengan tegas.  

Agar polemik ini tidak berkepanjangan, kuasa hukum dari masyarakat yang ada di sekitar tambang, Amrullah, dengan membawa dua orang, yakni Trimarto Budi Safaat dan Cipto Andrias yang di duga membawa atribut/spanduk yang berlogo palu arit mendatangi Polres Banyuwangi untuk melakukan klarifikasi.  

Menurut Amrullah, kedua  orang tersebut tidak tahu menahu kalau sepanduk yang di bawa itu ada gambar palu arit.  Saat Trimarto dan Cipto membawa sepanduk itu, dia tidak tahu kalau ada gambar tersebut, dan sepanduk tersebut di berikan seseorang saat aksi tolak penambangan berlangsung. 

“Waktu spanduk-spanduk yang akan di pakai demo semuanya ada di rumah korlap, dan spanduk yang berlogo palu arit itu tidak ada sama sekali, tapi sewaku aksi di mulai, tiba-tiba ada seseorang yang memberi.  Anehnya selesainya aksi demo tersebut, spnaduk yang bergambar palu arit itu  tidak ada,”papar Amrullah. 

Jika nanti, lanjut Amrullah kedua orang tersebut dijadikan tersangka oleh kepolisian,  dirinya siap mendapingi. Karena kedua orang ini benar-benar tidak mengerti dan tidak tahu sama sekali sepanduk yang dia bawa itu ada logo palu aritnya.

“Kalaupun ada yang pro dengan tambang silahkan dan kalaupun ada yang tolak tambang juga silahkan karena, neraga ini adenga berdemokrasi. Yang baik jangan kayak gini main menyelundupkan sepanduk yang tidak di lakukan oleh masyarakat dan terlapor” ujar kuasa hukum warga yang menolak penambangan emas di gunung Tumpangpitu tersebut. (ras/SN)