Kuasa Hukum Tolak Tambang : Kami Mohon maaf atas kecolongan itu, dan tidak ada kaitannya demo tolak tambang dengan lambang komunis

Selasa, 11 April 2017 12:46 Politik

Bagikan

Kuasa Hukum Tolak Tambang : Kami Mohon maaf atas kecolongan itu, dan tidak ada kaitannya demo tolak tambang dengan lambang komunis
Warga Usai Jalani Pemeriksaan di Polres Banyuwangi
Banyuwangi, SametonNews - Usai menjalani pemeriksaan, puluhan pendemo tolak Tambang Emas Tupang Pitu meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Banyuwangi. Bertempat di balai gesah timur Masjid Polres Banyuwangi. Senin (10/4/2017).

Di pimpin kuasa hukum warga tolak tambang, Amrullah, SH. Warga menyatakan bahwa spaduk yang bergambar palu arit mengaku kecolongan.  

“Kami mohon maaf atas kecolongan itu. Dan tidak ada kaitannya demo tolak tambang dengan lambang komunis,” tepis lawyer asal Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat.

Dua spanduk bergambar palu arit yang sekarang bikin gempar itu tidak pernah dibuat oleh warga. Karena waktu pembuatan ada aparat dan wartawan yang mengawasi. Jumlah spanduk yang dibikin saat itu sebanyak 11 lembar.

Seluruh spanduk yang dibuat telah terpasang di atas jalan.
Spanduk bergambar palu arit itu baru diketahui ketika melakukan aksi di depan kecamatan. Menurut Amrullah, spanduk tersebut pemberian seseorang di tengah jalan. Karena itu pihaknya juga meminta aparat untuk mengusut siapa dalang di balik spanduk berlambang komunis.
“Kami akan memberikan data seluas-luasnya. Warga yang dimintai keterangan akan kooperatif,” tegasnya.

Anehnya, tambah Amrullah, setelah spanduk titipan itu dibentangkan jarak 50 meter langsung raib. Spanduk itulah yang kini dicari aparat sebagai bukti. Karena itulah warga ingin menegaskan bahwa demo tolak tambang tidak ada kaitannya dengan komunis.

“Biar aparat kepolisian melakukan penelusuran karena aksi kami ditumpangi. Kami merasa kecolongan,” pungkasnya. (SN)