Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi Jalan Ditempat Proses Anggota Pungli

Selasa, 11 April 2017 20:00 Hukum & Kriminal

Bagikan

Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi Jalan Ditempat Proses Anggota Pungli
Ilustrasi Pungli (net)


Banyuwangi, Semetonnews – Dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi,  dari Fraksi Partai Golkar, Marifatul Kamila,SH., hingga kini masih belum ditindaklanjuti, prosesnya pun terkesan mandeg. 


Dikonfirmasi, melalui pesan aplikasi whatsapp, Rifa mengaku bahwa kasus ini sudah lama, iya pun tidak jika memang hal itu dilakukan bahwa ada pungutan, yang disepakati bersama antara wali murid untuk pembangunan atap gedung sekolah.


" itu sudah lama dan sekolah juga sudah konfirmasi, jadi sekali lagi saya mohon maaf,silahkan hubungi sekolah,"tulisnya dalam pesan singkat.


Atas kasus ini, respon beragam muncul dari fakta yang terungkap, bahwa pungutan terhadap 280 siswa baru,  tidak hanya dilakukan pada tahun 2016 saja, namun juga di tahun 2014 dan tahun 2015.


“Pungutan juga terjadi di tahun 2014 dan 2015, pertanyannya kenapa badan kehormatan dewan tidak bertindak, kalau hanya mencopot jabatan saya kira hal ini tidak membuat efek jera,” ujar sumber LSM yang berikan data kepada Semetonnews. 


Dalam laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Macan Putih kepada Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, tanggal 26 September 2016. Marifatul Kamila , SH dilaporkan karena diduga melanggar fungsi pengawasan yang dimilikinya sebagai anggota DPRD.


Ia sendiri saat dilaporkan itu selain sebagai anggota DPRD Banyuwangi aktif, juga merangkap sebagai ketua komite sekolah SMPN 2 Banyuwangi.

 

Sementara itu, laporan masyarakat dan bukti rekaman, kejadian ini berawal pada tanggal 23 Juli 2016, berlokasi di SMP Negeri 2 Banyuwangi, dalam pertemuan antara pihak sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa baru, Marifatul Kamila dengan lantang di hadapan wali murid tentang adanya kebutuhan (dana) sekolah, dan dana peran serta masyarakat. 


Dalam rekaman suara terungkap jelas bahwa Marifatul Kamila, SH dalih yang dipakai kebutuhan dana untuk pengembangan atap aula sekolah. “Pengembangan aula kita itu hanya kurang atap, kurang lebih RAB nya itu Rp.322.300.000,- (tiga ratus dua puluh dua tiga ratus) bagaimana penyelesaian itu kita diskusikan siang ini,” kata Ketua Komite SMP 2 Negeri (Marifatul Kamila, SH,red).


Sesuai rekaman yang diterima Redaksi Semetonnews, terungkap rincian anggaran sesuai kebutuhan, yang ditanggung oleh wali murid 280 siswa baru sebesar Rp.1.119.097,22. "Saya ingin sedikit menggambarkan ada rincian, ada rincian anggaran penyelesaian pengembangan gedung SMP 2 ini, saya menerima bahwa yang diterima di SMP 2 ini ada 280 anak , selamat bagi wali murid dan ada RAB Rp.322.300.000,00 , ditanggung 280 anak, dananya terkumpul satu bulan kita selesaikan satu bulan itu, Rp.322.300.000,00 itu ditanggung 280 anak,” jelas Anggota DPRD yang akrab dipanggil Rifa ini.


Hasil investigasi Semetonnews.com dari data yang diperoleh bahwa SMP Negeri 2 Banyuwangi, peroleh Dana Bos sebesar Rp. 1.482.600,00/bulan, dibagi 280 siswa maka dibutuhkan Dana Peran Serta Masyarakat pengganti SPP per siswa sebesar  Rp. 62.736,00 (enam puluh dua ribu tujuh ratus tiga puluh enam ribu) per bulan. Terdapat selisih penggelembungan dana semula dari Rp. 62.736,00 menjadi  Rp. 1.119.097,22. hingga ada selisih, Rp. 1.056,361,22 /persiswa. 


Lebih lanjut, Sekretaris DPRD Banyuwangi, Muhamad Sahlan, mengarahkan untuk wawancara langsung kepada Ketua BK DPRD Banyuwangi, H.Sugirah, “ silahkan hubungi langsung, H. Sugirah, saya sudah tidak lagi di BK Bung,” kata mantan Aktivis HMI ini.


Hingga berita ini ditayangkan, Semetonnews belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Badan Kehormatan DPRD banyuwangi.(WN/ SN)