Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI) mengecam dan mengutuk aksi kekerasan terhadap Jurnalis

Rabu, 12 April 2017 15:59 Nasional

Bagikan

Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI) mengecam dan mengutuk aksi kekerasan terhadap Jurnalis
Aksi Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis
Jakarta, Semetonnews-Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI) mengecam dan mengutuk,  aksi kekerasan yang dilakukan seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya terhadap Haritz Ardiansyah Jurnalis Net TV saat meliput bencana banjir di kawasan kemang, Jakarta Selatan, pada rabu 12 april 20017 pukul 00.30 WIB

Akibat kejadian itu, korban bukan hanya menderita luka-luka secara fisik dan material tetapi juga mengalami trauma. Kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugas merupakan bentuk pelanggaran hukum. 

Harwin, Ketua Umum KJI, menegaskan bahwa aksi kekerasan terhadap jurnalis dihentikan, "Pasalnya tugas dan tanggung jawab para jurnalis dilindungi dan dijamin oleh Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999."

Terkait kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis saat melakukan tugas dalam siaran persnya, Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut: 

1. Tindakan kekerasan terhadap para jurnalis merupakan pelanggaran Undang-Undang dan pelaku bisa dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 18 UU No 40 tahun 1999 tentang pers.

2. Meminta kepada aparat kepolisian bersikap tegas untuk menindak siapapun yang telah mengancam dan melakukan tindak kekerasan kepada jurnalis yang sedang melaksanakan tugas.

3. Meminta kepada aparat kepolisian menjamin dan melindungi jurnalis yang tengah menjalankan tugas.

4. Menghimbau kepada rekan jurnalis untuk menjalankan tugasnya secara profesional, patuh pada kode etik, dan memilah sumber informasi yang dapat dipercaya, akurat serta berdampak positif bagi masyarakat banyak.

Kekerasan terus menerus maka akan membahayakan hak informasi publik. Dimana informasi yang berimbang dan sehat akan terhambat sehingga merugikan publik.(rilis/SN)