Penganiaya Ibu Kandung Jaksa Hingga Patah Tulang Hanya Divonis 2 Tahun Penjara

Rabu, 12 April 2017 20:59 Hukum & Kriminal

Bagikan

Penganiaya Ibu Kandung Jaksa Hingga Patah Tulang Hanya Divonis 2 Tahun Penjara
Terdakwa Putu Eka Putra (dok)
Gianyar,Semetonnews-Putu Eka Putra (34) yang menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Ni Ketut Gulung, Ibu kandung salah satu jaksa Kejati Bali dan sekaligus merusak rumahnya, benar-benar bernasib mujur. 

Bagaimana tidak, pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Rabu (12/4) terdakwa yang menganiaya korban hingga patah tulang itu hanya divonis 2 tahun penjara. Alhasil, tanpa banyak bicara terdakwa langsung menerima vonis majelis hakim pimpinan Ayu Sri Ardiyanti  itu.

Memang dalam amar putusnya, majelis hakim menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alit Suastika yang menyebut terdakwa terbukti bersalam melakukan tindak pidana pengrusakan dan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) dan 406 ayat (1) KUHP. 

Namun majelis hakim tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dituntut oleh jaksa, yaitu pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan (3,5) tahun. Majelis hakim memberikan potongan hukuman selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) "Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun,"kata Hakim Ayu Sri Ardiyanti dalam amar putusnya. 

Sebelum menjatuhkan putusan, majelis terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban mengalami luka yang cukup serius bahkan sempat dirawat di RS.  Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mengakui kesalahannya, serta berjanji tidak akan mengulanginya. 

Atas putusan itu, jaksa Alit Suastika juga menyatakan menerima."Kami menerima putusan itu, begitu pula dengan terdakwa,"kata Jaksa Alit Suastika yang ditemui usai sidang. Seperti diberitakan sebelumnya, jaksa Alit Suastika menuntut terdakwa dengan pidana penjara salam 3,5 tahun. 

Dalam surat tuntutannya, jaksa Kejati Bali itu menyatakan terdakwa terdakwa Eka Putra terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban, Ni Ketut Gulung mengalami luka berat serta pengrusakan terhadap rumah korban.

Seperti diberitakan pula, kejadian yang menimpa korban terjadi pada hari Rabu 9 November 2016 sekitar pukul 22.30 Wita, terdakwa dengan membawa sebuah rotan berukuran 100 meter mendatangi rumah korban yang beralamat Banjar Selat, Desa Buahan Kaja, Panyangan, Gianyar. 

Tanpa alasan yang jelas terdakwa langsung memukul kaca jendela rumah menggunakan rotan hingga pecah. Tak cukup dengan itu, korban kemudian menghampiri kamar tidur korban dan langsung menarik rambut korban kemudian menyeretnya keluar dari kamar. Akibatnya, korban mengalami luka lecet di hampir sebagian tubuh  hingga mengalami patah tulang iga sebelah kiri sebanyak 3 ruas.

Beruntung, saat itu ada dua orang saksi yaitu, I Wayan Gede Berlin dan I Made Dipa Umbara yang melihat kejadian itu dan langsung melepas tangan terdakwa yang masih menjebak rambut korban.Bahwa akibat perbuatan terdakwa, korban yang sudah renta itu mengalami luka-luka dan patah tulang iga sehingga korban harus dirawat di RSUP Sanglah selama 5 hari.(MG/SN)