Terbukti Palsukan Tanda Tangan, Jaksa Tuntut Oknum Notaris 1 Bulan Penjara

Rabu, 19 April 2017 20:34 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terbukti Palsukan Tanda Tangan, Jaksa Tuntut Oknum Notaris 1 Bulan Penjara
Ilustrasi-google-semetonnews
Gianyar,Semetonnews-Cokorda Pemayun, oknum notaris yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan bisa tersenyum lega. Pasalnya, pada sidang, Rabu (19/4/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, terdakwa yang selama menjalani persidangan tidak ditahan itu hanya dituntut satu bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Aryani dalam amar: tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Ayu Sri Ardiyanti menyatakan berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan sebagaimana dalam dakwaan alternatif ke satu yaitu melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP.

Usai mendengarkan tuntutan, Ketua majelis hakim, Ayu Sri Ardiyanti menyatakan menunda sidang dengan agenda pembacaan putusan selama satu minggu. Sementara atas tuntutan jaksa, Edwrad Tobing, salah satu kuasa hukum korban, I Gusti Agung Ratna mengaku kecewa berat.

Pengacara berdarah Batak ini heran dengan tuntutan 1 bulan penjara tersebut."Ini aneh, ancaman hukuman 6 tahun, tapi hanya dituntut 1 bulan,"sebut Edward yang ditemui di Denpasar, Rabu (19/4) sore. Meski begitu, Edward mengaku sedikit lega karena tuntutan jaksa mengharuskan terdakwa untuk masuk penjara."Tuntutannya penjara selama sebulan,"sebut Edward.

Namun dia mengatakan perkara ini belum final karena masih menunggu putusan hakim."Harapan kami putusanya tidak onslag (ada perbuatan hukum, tapi bukan merupakan perbuatan pidana),"pungkas Edwrad. 

Seperti diberitakan, Edward Tobing beberapa waktu lalu menyebut, kasus yang menjerat oknum notasi ini berawal dari pinjam meminjam uang di BPR Padma sebesar Rp 500 juta. Saat itu, pelapor yang masih berstatus istri terdakwa tidak mau menandatangani usulan pinjaman itu dengan alasan sebelumnya sudah pernah meminjam uang. 

Nah, karena korban tidak mau menandatangani, disinilah terdakwa memalsukan  tanda tanganya."Karena pelapor ini juga harus bertanggungjawab, maka dia pun merasa dirugikan dan melapor ke polisi,"tutup Edward.(MG/SN)