Bea dan Cukai Ngurah Rai Musnahkan Barang Rampasan Senilai Rp 293 Juta

Rabu, 19 April 2017 22:04 Hukum & Kriminal

Bagikan

Bea dan Cukai Ngurah Rai Musnahkan Barang Rampasan Senilai Rp 293 Juta
Proses pemusnahan barang rampasan di halaman kantor KPPC TMP Ngurah Rai di Kuta, Badung (MG/SN)
Kuta,Semetonnews-Ratusan barang terlarang yang bernilai ratusan juta dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali pada Rabu (19/4/2017). Barang yang dimusnahkan itu adalah barang terlarang yang diamankan petugas di terminal penumpang dan kargo sepanjang tahun 2016.

"Sebanyak 468 Barang yang kita musnahkan hari ini, dengan taksiran nilai sebesar Rp293 juta," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Ngurah Rai Budi Harjanto disela- sela kengiatan pemusnahan yang dilaksanakan di halaman kantor KPPC TMP Ngurah Rai di Kuta, Badung.

Dijelaskan, barang tersebut merupakan barang bawaan penumpang dan barang kiriman yang merupakan barang dilarang maupun dibatasi untuk impor sebanyak 321 jenis.

Serta barang impor melalui kargo yang tidak diurus oleh importir atau pemilik melebihi jangka waktu tertentu sebanyak 147 pcs. “ Barang-barang tersebut merupakan barang yang menjadi milik negara. Namun karena masuk dalam kategori barang terlarang maka tidak dapat dihibahkan atau dilelang,”katanya

Barang yang dimusnahkan itu antara lain alat kesehatan sebanyak 16 jenis, peralatan elektronik (37), produk garmen dan elektronik (134), kosmetik (32), obat-obatan dan suplemen (60), produk cetakan dan majalah (36).

Selain itu produk dari hewan seperti tanduk, kulit (7), produk olahan pertanian, perikanan dan perkebunan (22), senjata (22), sparepart (44), alat bantu seks (28) serta barang kena cukai berupa etil alkohol serta produk hasil tembakau (37).

Ratusan barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, dipotong, dipecahkan dan ditimbun. Pemusnahan itu, lanjut Budi, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04 tahun 2011 tentang penyelesaian barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara dan barang menjadi milik negara.(MG/SN)