Bobol ATM, Tiga WN Turki Jadi Pesakitan di PN Denpasar

Kamis, 20 April 2017 22:07 Hukum & Kriminal

Bagikan

Bobol ATM, Tiga WN Turki Jadi Pesakitan di PN Denpasar
Ali Riza Gursoy (Baju Putih) saat menjadi penerjemah pada sidang rekannya Ulvi Turker (tegah) di PN Denpasar (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews- Tiga warga negara asing (WNA)  asal Turki yang menjadi terdakwa dalam kasus pembobolan mesin ATM menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Kamis (20/4/2017). Tiga terdakwa itu adalah Ulvi Turker, Hikmet Ozturk dan Ali Riza Gursoy. 

Ketiga terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Edwar Pangkahila dkk ini menjalani sidang secara terpisah. Terdakwa Ulvi Turker mendapat giliran pertama untuk mendengarkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati. 

Dihadapan Majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa, JPU I Dewa Narapati menuturkan terdakwa telah melakukan tindak pidana mengakses sistem eletronik milik orang lain tanpa hak atau turut serta melakukan kejahatan. 

"Terdakwa didakwa dengan pasal 55 ayat 1e ke 1 KUHP Jo Pasal 30 ayat (2) Jo Pasal 46 ayat (2) Jo Pasal 52 ayat (3) UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE," kata Jaksa saat membacakan surat dakwaannya.

Dalam dakwaan menyebutkan pula, terdakwa melakukan kejahatannya pada Kamis tanggal 29 Desember 2016 bertempat di ATM Mom Receipt Restaurant Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung yang diduga dilakukan bersama Hikmet Ozturtk dan Ali Riza Gurzoy dengan cara memasang alat berupa kotak hitam yang terhubung ke modem ATM. 

Dan alat berupa kotak hitam yang ada rangkaian dipasang diatas tombol PIN ATM. Terdakwa  ditangkap bermula dari tertangkapnya Hikmet Ozturt oleh pihak kepolisian. Dari kamar yang disewa terdakwa dan Ali Riza Gursoy, pihak kepolisian menemukan alat-alat yang sama dengan yang ditemukan di mesin ATM Mom Receipt Restaurant Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung. 

"Alat yang sama juga dipasang di ATM Mandiri Bali Collection Nusa Dua Kuta Selatan Badung pada tanggal 25 Desember 2016," bebernya. Pada bagian lain, ke dua terdakwa Hikmet Ozturk dan Ali Riza Gursoy didudukan secara bersama-sama dimuka persidangan pimpinan Esthar Oktavi. 

Ke dua terdakwa didakwa dengan Pasal 30 ayat (2) Jo Pasal 46 ayat (2) jo Pasal 52 ayat (3) UU RI Nomor 19 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 19 tahun 2006 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transakasi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 


"terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses sistem elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh sistem elektronik serta informasi elektronik milik pemerintah dan badan strategis termasuk dan tidak terbatas pada lembaga pertahanan, bank sentral, perbankan, keuangan, lembaga internasional, otoritas penerbangan," tegas JPU I Dewa Narapati.

Kedua terdakwa melakukan kejahatannya pada tanggal 28 Desember 2016 sekitar pukul 02.21 wita bertempat di ATM Bank BNI Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung. Mulanya, terdakwa Ali Riza Gursoy langsung masuk ke ruangan ATM yang disusul oleh Hikmet Ozturk. Lalu terdakwa Gursoy masuk ke sela-sela masin ATM untuk memasang perangkat skimmer yang mereka bawa. 

Kemudian terdakwa Ozturk menyerahkan kotak hitam (smartwireless router) kepada Gursoy untuk dipasang pada bagian belakang ATM BNI dengan mengakses melalu kabel LAN (kabel Jaringa) pada msenin ATM dengan cara menarik kabel yang disambungkan dari modem ke kotak hitam guna mendapat power sehingga kotak hitam dapat digunakan. 

"Kedua terdakwa juga memasang kamera mini (Spy cam) yang dipasang dibagian atas PIN pad ATM dengan memodifikasi kanopi PIN Pad," bebernya. Kotak hitam yang dipasang kedua terdakwa berfunsi untuk melakukan pencurian data dan informasi dari kartu-kartu yang bertransaksi di ATM BNI tersebut. 

Sedangkan Kanopy PIN Pad yang sudah dimodifikasi dengan mini kamera berfungsi untuk merekam nomor PIN yang diinput oleh nasabah saat bertransaksi. Setelah memasang perangkat skimmer berupa kotak hitam dan kamera mini tersebut, kedua terdakwa langsung meninggalkan ATM BNI itu. 

Selang beberapa jam kemudian sekitar pukul 20. 34 Wib terdakwa Hikmet Ozturk kembali ke ATM BNI itu untuk mengambil Kanopy PIN pad yang telah mereka pasang. "Nah, saat terdakwa ini beraksi pihak kepolisan langsung masuk ke ruang ATM dan mengamankan terdakwa," kata Narapati.(MG/SN)