Proyek Pelebaran Jalan Senilai 8 M Rusak, Dinas Akui Rekanan Belum Ada Komunikasi

Selasa, 25 April 2017 07:07 Nasional

Bagikan

Proyek Pelebaran Jalan Senilai 8 M Rusak, Dinas Akui Rekanan Belum Ada Komunikasi
Proyek Pelebaran Jalan Rusak (MK-SN)
Blimbingsari, Semetonnews - Proyek pelebaran jalan dengan sumber dana DAK dan APBD Kabupaten Banyuwangi, senilai 8 Millyar hingga kini belum di serah terimakan.

Proyek jalan milik PT Bentang Alam Nusantara sepanjang Blimbingsari - Bomo, dilanjutkan Bomo - Bagorejo dan Tembok rejo menuju Sumbersewu sejatinya dikerjakan pada bulan Mei 2016, namun baru dilakukan pelaksanaan pekerjaan pada Juli 2016.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Bentang Alam Nusantara, sesuai dengan nomor dan tanggal kontrak 600/7948.16.059/429.105/BM/2016. Adalah pekerjaan Lapis Pondasi Agregat dengan Cement Treated Base.

Selama 7 bulan dari masa pemeliharaan hingga saat ini, masih belum ada serah terima (ST2) dilakukan rekanan kepada pihak Dinas PU Bina Marga & Tata Ruang.

Dikonfirmasi terpisah, Mujiono, Kepala Dinas PU, Bina Marga, dan Tata Ruang, mengatakan bahwa proyek tersebut memang belum serah terima tahap 2, disinggung mengenai tenggat pekerjaan proyek senilai 8 M, ia mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab rekanan.

“Belum itu, masa pemeliharaan sampai 6 bulan, kalau belum ST 2 masih tanggung jawab dia, itu tanggung jawab rekanan, selama dia  belum serah terima itu tanggung jawabnya dia sampai kapanpun,”kata Muji. Sabtu (21/4).

Masa waktu pemeliharaan yang diberikan oleh Dinas PU, Bina Marga Dan Tata Ruang kepada PT Bentang Alam Nusantara, mestinya tidak meninggalkan pekerjaan rumah, dari hasil investigasi semetonnews di lapangan, kualitas pekerjaan justru belum sempurna. 

Terlihat dari beberapa titik sejak ST-0, Blimbingsari - Bomo,  Bomo - Bahorejo, salah satu lokasi yang parah yakni,  di depan Kantor Desa Bomo aspal mengelupas, padahal untuk pekerjaan aspal Bomo - Bagorejo menelan anggaran Rp.655,302,209.583.

Sesuai ketentuan dalam Perpres 54 th 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, di Pasal 95 yang menyebutkan, "(5) Khusus Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya: a. Penyedia Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya melakukan pemeliharaan atas hasil pekerjaan selama masa yang ditetapkan dalam Kontrak, sehingga kondisinya tetap seperti pada saat penyerahan pekerjaan; b. masa pemeliharaan paling singkat untuk pekerjaan permanen selama 6 (enam) bulan, sedangkan untuk pekerjaan semi permanen selama 3 (tiga) bulan; dan c. masa pemeliharaan dapat melampaui Tahun Anggaran.”

Dugaan lemahnya pengawasan dari Dinas atas pekerjaan ini justru muncul, melihat situasi terkini kondisi proyek, menelan dana hingga milyaran rupiah tidak menjamin bahwa pekerjaan berkualitas, PT Bentang Alam Nusantara pun belum memberikan respon atas konfirmasi yang dilakukan oleh semetonnews. (Tim Investigasi SN)