Proyek Pelebaran Jalan Senilai 8 M Rusak, PT. BAN Bantah Pemeliharaan Bukan Tanggung Jawabnya

Rabu, 26 April 2017 15:34 Nasional

Bagikan

Proyek Pelebaran Jalan Senilai 8 M Rusak, PT. BAN Bantah Pemeliharaan Bukan Tanggung Jawabnya
Asphalt Mixing Plant, mengelupas di Desa Patoman (MK-SN)
Banyuwangi, Semetonnews - PT BAN membantah jika kerusakan proyek pelebaran jalan, seperti yang disampaikan Dinas bukan tanggungjawabnya. Proyek sepanjang Blimbingsari - Bomo, dilanjutkan Bomo - Bagorejo dan Tembok rejo menuju Sumbersewu, ditegaskan saat ini (masa perawatan) sepenuhnya tanggung jawab Produsen AMP (Asphalt Mixing Plant).

Dikonfirmasi Semetonnews, pihak PT BAN,  M. Rohman Akbar menjelaskan soal tanggung jawab proyek yang kini beralih ke pihak pelaksana pekerjaan AMP, pengerjaan itu berada di Subcon Asphalt Mixing Plant selaku produsen AMP yang ditunjuknya.

"Kualitas bukan urusanku, job mix yang diajukan ac-wc itu kalau disetujui oleh PU ya kita kerjakan, kalau AMPnya yang kita pesen rata rata ada perjanjian tertulis, Pak Tras (yang kerjakan hotmix nya),”sanggahnya.

Tentang ketebalan hotmix yang hanya 2 centimeter, diduga keluar dari RAB. Sementara siapa pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini, justru  DInas dan  Kontraktor saling bantah.

Ketebalan Asphalt Mixing Plant yang mengelupas di lokasi yang hanya 2cm, M. Rohman Akbar mengatakan bahwa bukan ukuran sentimeter yang menjadi patokan, namun menggunakan tonase .

 “Kita bukan dibayar centimeter karena kita di bayar tonase, kenapa analisa itu berubah ton , karena permukaan jalan itu tidak serata kaca.”ujar Dir. PT BAN.

Hal ini sebenarnya bertentangan dengan  RAB, karena didalamnya terdapat anggaran untuk pekerjaan tambal sulam, pekerjaan ini dilakukan sebelum pengerjaan  ac-wc (Hotmix).

Salah satu pentolan LSM Sekber Banyuwangi, Ir. Agust Setiyono, usai melakukan pengecekan ke lokasi, pun membenarkan jika pekerjaan ini kualitasnya jelek. 

“Dibawah standar, pekerjaan aspal nya tidak merata sehingga banyak tanah (kotoran), dugannya pekerjaannya tidak sesuai dengan RABnya, menyebabkan kerugian negara,”jelas Agus. 

Sementara keterangan lain dari praktisi teknik F. Amin, mengatakan bahwa lapisan yang mengelupas terjadi bisa dua faktor, yakni pekerjaan pemadatan, dan CTB yang kualitasnya rendah, “ jika CTB nya bagus, pemadatannya kurang, tetap kurang,”ujar sumber ini. 

PT BAN, merujuk pada perjanjian antara pihaknya dengan produsen AMP, hal ini terjadi akibat kerap adanya kesalahan yang dialamatkan padanya, "Perjanjian tertulis sudah ada perjanjiannya, dari pabrik hotmix, pengalaman - pengalaman tahun kemarin, sebelumnya kami selalu di persalahkan, kami beli perton, dan kami beli jadi, kalau ada kerusakan ada garansinya, kalau khusus hotmixnya kita ada perjanjian tertulis, ada perjanjian materai, apabila pemeliharaan itu tanggung jawab pemilik AMP ( PT.Tras). “ pungkasnya. (Tim Investigasi SN)