Ajukan Pledoi, Kuasa Hukum Sudarma Sebut Tuntutan Jaksa Sesat

Sabtu, 29 April 2017 09:00 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ajukan Pledoi, Kuasa Hukum Sudarma Sebut Tuntutan Jaksa Sesat
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews-I Nengah Sudarma (45) yang terjerat korupsi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) melalui tim kuasa hukumnya, Made Somya Putra dkk., meyebut tuntutan jaksa sesat. Hal ini terungkap dalam sidang, Jumat (28/4) yang masuk pada agenda pembacaan pledoi.

Somya di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila menyatakan tuntutan jaksa sesat karena berdasar subjektivitas. Ia mengatakan dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Merathi dkk tidak pernah bisa membuktikan adanya kekayaan yang bertambah dan juga nilai kerugian negara dalam kasus ini. 

Disebut pula, uang Rp 75 juta yang menjadi maslaah juga masih tersimpan dalam rekening Gapoktan Tani Sejahtera. “Harapan kami dalam pledoi terdakwa bisa dibebaskan dari semua dakwaan,” tegas Somya. Seperti diberitakan, dalam  tuntutan dijelaskan terdakwa asal Banjar Asah Duren, Desa Asah Duren, Pekutatan, Jembrana yang menjabat Ketua Gapoktan Tani Sejahtera ini awalnya mengajukan permohonan untuk mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) dari Kementerian Pertanian RI sebesar Rp 100 juta.

Setelah cair, terdakwa menarik uang tersebut dan membagikan kepada 4 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Tani Sejahtera pada tanggal 6 Mei 2010. masing - masing kelompok tani menerima Rp 25 juta. 

“Namun tiga dari empat kelompok tani yang menerima dana tersebut yaitu kelompok tani Merta Kasih, Tani Sedana Kasih dan Tani Sri Sedana mengembalikan lagi semua dana yang diterima kepada terdakwa tanggal 7 Mei 2010,” jelas JPU. Uang inilah yang akhirnya tidak bisa dipertanggungjawabkan Sudarma sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 75 juta.(MG/SN)