Gus Bota Serukan Tat Wam Asi

Sabtu, 06 Mei 2017 07:39 Nasional

Bagikan

Gus Bota Serukan Tat Wam Asi
I Bagus Alit Sucipta, Ketua Umum Baladika Bali (wan-SN)
Tabanan,  Semetonnews - Proses pendewasaan diri sebuah organisasi tidaklah secara instan, menemukan jati diri sebuah organisasi, bukan pekerjaan gampang.  Dan membangun maindset membesarkan organisasi yang berjumlah 39 ribu anggota, menjadi tanggung jawab seorang Gus Bota. 

Pria bernama lengkap I Bagus Alit Sucipta, atau akrab dipanggil Gus Bota cukup terbuka saat wawancara dengan Semetonnews. Ia bercerita, tentang kisah, harapan dan cita citanya tentang bagaimana membangun organisasi.

Bagaimana Pandangan Ketua Umum Baladika Bali dalam ulang tahun ke 13 ini Baladika Bali,  dalam kurun waktu 13 tahun,  bukan waktu yang singkat, dalam sambutannya,  ada penekanan kalimat yang disampaikam oleh Gus Bota, "tolong sampai akar rumput tiyang tegaskan disini apa yang sudah menjadi kesepakatan kita dalam perdamaian di Pura Jagat Natha, wajib dipatuhi, sanggup?" Massa pun bersorak, "Sanggup". 

Soliditas Baladika Bali tak diragukan, jika melihat situasi ini, loyalitas mereka teruji. Tahun 2016, adalah tahun tahun ujian ujian yang berat bagi Baladika Bali,  teory konspirasi yang dijalankan oleh"yang berkepentingan" cukup membuat panas situasi kehidupan organisasi di Bali, namun Gus Bota,  yang menyadari hal ini harus dilalui,  ia pun tak segan turun bersama anggota, menghadapi ujian demi ujian. 

Menurut Gus Bota kebersamaan yang terbangun bukanlah pepesan kosong butuh semangat, serta kerja keras bahkan kucuran tetes darah dan keringat, demi tetap berdirinya organisasi, dirinya sadar ia tidak bisa sendiri membawa panji kebesaran Baladika Bali tanpa orang orang yang menjadi pendulum baginya dalam mengambil langkah dalam situasi sulit. 

15 Langkah Yudistira, 17 Desember 2015 

Kejadian" Teuku Umar Berdarah," tercatat 4 anggota Baladika Bali,  meregang nyawa,  dalam insiden yang hingga hari ini tak jelas pemicunya, Rabu Sore,  17 Desember 2015, Gus Bota lelaki Capricon ini,  dengan rasa tanggung jawab yang besar terhadap orang lain, mencari kearifan sejati atau dunia yang ideal. Ia datang ke Yudistira 31, kediaman Ketua Dewan Pembina DPD Pusat Baladika Bali,  Nyoman Gde Sudiantara,  energi positif sepertinya yang mengarahkan sang Pemimpin, hari itu. 

Gus Bota tiba bersama rombongan DPC , dan sejumlah Pengurus DPD Baladika, menghadap Nyoman Gde Sudiantara. Selaku Ketua Dewan Pembina DPD Pusat Baladika Bali,  pria yang genap 57 th itu,  tampaknya tak ingin terpancing, hal ini terlihat dari langkah yang diambil demi menjaga nama Baladika dan Bali yang jagatdihita, usai 15 kali melangkah di halaman rumah,  tersebut pria yang akrab disapa Ponglik justru memberi perintah mengejutkan, "komando saya ambil alih,  kita tahan diri, semua anak anak yang ada di lapangan tarik masuk, jaga diri masing masing,  buang senjata,kita jangan terpancing, "ujarnya saat itu. 

Gus Bota,  yang kala itu cukup paham menyikapi perintah, pun menjalankan,  tentu tidak mudah bagi seorang pendekar menginjak nafsu,  dalam sebuah pertarungan yang mestinya bisa dimenangkan,  ia pun taat perintah itu. 

Jiwa kepemimpinan, kepatuhan atas perintah, bersikap Ksatria menjadi Roh gerakan Baladika Bali. Kilas balik dalam kisah diatas menjadi kaca benggala bagi Gus Bota,  hal ini yang menurutnya masa sulit membangun organisasi.

Siapa inspirasi Gus Bota?  : 

Gus Bota : “ Salah satu yang menginspirasiku tentunya, orang tua ku sendiri ajik ku Bagus Alit Dira, beliau yang menggembleng, salah satu kiblatku ya orang tua, kedua adalah Pak Man Ponglik, dan Bapak Giri Prasta disana tempat aku menimba ilmu dan berdiskusi

13 Tahun bukan waktu yang pendek,  apa harapan Gus Bota terhadap organisasi ini?  

Gus Bota : Harapan untuk Baladika tak ingin lagi seperti (image negatif) sebelumnya, bagian yang buruk kita hilangkan,  yang baik kita pertahankan,keinginan kita mau berkembang, perjuangan ini sebenarnya untuk mengembangkan organisasi, salah satunya di Jawa timur, pembentukan di Surabaya, harapan saya agar semakin organisasi ini merapikan diri, bagian yang buruk kita hilangkan, bagian yang kurang baik kita perbaiki, paradigma akan kita ganti,  kita akan tampil lebih soft,spirit sudah pasti,  roh organisasi ada di saya,  bagaimanapun kondisinya saya akan tetap bersama teman teman,"

Setelah perdamaian tercapai dengan Ketiga Ormas apa rencananya?

Gus Bota : Saya sangat bersyukur kita sampai di angka 13 kita bisa berkumpul dengan aura yang berbeda(positif) , nanti di angka ke 14 saya yakin akan semakin mudah, mungkin ini rencana Tuhan, rencana alam lah , ingat di tahun 2016 kita sulit, jangankan berlari, berdiri saja luar biasa , makanya sangat bersyukur sekali, hingga ke angka 13, perdamaian sudah terjadi apalagi lawan kita,? Yang kita lawan, kalau tidak kita perbaiki sdm dan mengembangkan organisasi.

Ditambahkan oleh Gus Bota, semua elemen atau anggota Baladika Bali,  dari struktur tertinggi sampai akar rumput,  harus belajar lebih lanjut, dalam organisasi ini baik pembentukan karakter, dalam tubuh organisasi dan meningkatkan kualitas diri  lebih serta memahami kepekaan sosial, yang dimulai dari internal organisasi, lingkungan dimana ia tinggal dan seterusnya, sampai pemahaman dia adalah bagian dari Pulau Bali, yang juga harus bertanggung jawab terhadap tanah leluhur  yang pada akhirnya Bali adalah  bagian dari NKRI,  juga merupakan tanggung jawab kader kader dan anggota organisasi secara menyeluruh.

Gus Bota memandang kelemahan adalah lawan yang harus diperbaiki, Sumber Daya Manusia, harus mendukung kuantitas dan segi kualitas,Tat Wam Asi yang menjadi bagian dari tema yang diusung adalah kesatuan nilai,  bahwa kamu adalah aku dan aku adalah kamu, filosofi dari bahasa Sansekerta yang dipakai merupakan nilai hakikat dalam kehidupan. (WN-SN)