Sapardi Djoko Damono Meriahkan HUT LPM Khlorofil

Sabtu, 06 Mei 2017 18:34 Nasional

Bagikan

Sapardi Djoko Damono Meriahkan HUT LPM Khlorofil
Hut LPM Klorofil , Sapardi Djoko Damono, dan Wayan Ananta (ist-SN)
Denpasar,  Semetonnews- Persatuan Lembaga Pers Mahasiswa yang telah bangkit kembali pada 2001. Tahun ini LPM Khlorofil memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 16 tahun.  Peringatan HUT Kali ini dirayakan dengan  menggelar acara National Talkshow yang mengambil tema “How To Be a Writer” berlangsung pada Sabtu, 6 Mei 2017 di Gedung Agrokomplek kampus UNUD Denpasar. Pada pukul 08.00 hingga 12.00.
 
Dalam kesempatan ini, LPM Khlorofil mengajak para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk memiliki keberanian dan kemauan menulis. Dua narasumber yang membagikan ilmu pada acara tersebut yakni, Sapardi Djoko Damono atau biasa dikenal dengan SDD dan I Wayan Ananta Wijaya, Pembina jurnalistik di SMAN 3 Denpasar dan tercatat sebagai alumnus LPM Khlorofil.
 
Ketua Panitia Pelaksana Indra Zaki Safroni mengatakan, acara ini berlangsung dalam rangka HUT ke-16 tahun LPM Khlorofil. Bertujuan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa dan masyarakat umum untuk berani berkarya dalam tulisan.
 
Pemimpin Umum LPM Khlorofil Sui Suadyana menambahkan, kegiatan ini membantu para penulis pemula dan penulis muda belajar lebih banyak tentang menulis. Harapannya agar ke depan banyak penulis muda yang memberikan kontribusi dalam bidang literasi di Indonesia. “Khususnya penulis di bidang pertanian,” paparnya.
 
Sapardi memberikan beberapa tips menulis. Kata dia, tidak ada tips khusus dalam menulis. Bahkan menulis merupakan bentuk keikhlasan, karena seharusnya tidak mengikuti cara menulis orang dan tanpa disuruh orang pula.” Enggak, ada aturan khusus. Aturanya adalah membaca sebanyak-banyaknya,” jelas Sapardi.
 
Pencipta puisi Hujan Bulan Juni ini menerangkan, bahwa membaca merupakan syarat mutlak untuk menjadi penulis. Menurut dia, orang yang menulis puisi pasti membaca puisi dan Orang yang menulis novel pasti pernah membaca novel. “Semakin banyak yang dia baca, semakin banyak memberikan kemudahan untuk mengekspreiksn dirinya dalam tulisannya,” terang dia.

Lebih lanjut, Sapardi mengatakan, menulis tidak perlu ada dorongan untuk dimuat atau dibaca orang. Hal utama yang bisa dilakukan yakni mengalir lah dalam menulis. “Menulis itu sampai mati, bahkan setelah mati, saya tetap akan menulis,” ujar Sapardi saat ditanya kapan akan berhenti menulis.

Selain SDD, akan hadir juga I Wayan Ananta Wijaya sebagai pembicara. Pria yang akrab disapa Ananta itu, akan membagikan ilmunya tentang Menemukan Jalan Cerita dalam Peristiwa.
 
Acara ini juga akan diramaikan dengan standup comedy dari Latief Ikhsan dan musikalisasi puisi dari komunitas Senja. Diperkirakan lebih dari 300 peserta yang akan menghadiri acara ini. Puluhan doorprize yang dibagikan kepada peserta talkshow.

Para peserta talkshow mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan meminta tandatangan Sapardi. Selama berlangsungnya acara, ada pula bazaar yang menyediakan beberapa makanan dan minuman serta souvenir menarik.( Nesa-SN)