SP3 Tidak Sah, Hakim Perintahkan Kasus dr. Ardyanto Dilanjutkan

Senin, 08 Mei 2017 19:37 Hukum & Kriminal

Bagikan

SP3 Tidak Sah, Hakim Perintahkan Kasus dr. Ardyanto Dilanjutkan
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews- Sidang praperadilan yang dimohonkan Edy Yusuf terkait dikeluarkanya SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) oleh Kepolisian ke PN Denpasar membuahkan hasil manis. Meski sempat diragukan jika gugatan praperdilan akan dikabulkan, tapi hakim tunggal Sutrisno berpendapat lain. 

Hakim Sutrisno dalam amar putusnya yang dibacakan di muka sidang, Senin (8/5) menyatakan mengabulkan sebagian gugatan praperadilan yang diajukan pemohon dan menyatakan SP3 yang dikeluarkan oleh kepolisian terhadap tersangka dr. Ardyanto Natanael Tanaya tidak sah, dan memerintahkan untuk melanjutkan penyidikan."Menyatakan SP3 tidak sah,"demikian putusan Hakim Sutrisno. 

Dalam pertimbangannya, Hakim Sutrisno menganggap dengan objek yang sama (nebis in idem) tidak bisa digunakan dalam sidang praperadilan. Sehingga gugatan yang diajukan menggugat adalah sah. Sementara itu, kuasa hukum pemohon praperadilan,  Rizal Akbar Maya Poetra mengatakan, gugatan yang tidak dikabulkan oleh Hakim Sutrisno adalah meminta agar tersangka dr. Ardyanto ditahan."Putusanya gugatan (praperadilan) kami dikabulkan sebagian,"ujar Rizal Akbar yang ditemui di PN Denpasar, Senin (8/5).

Dikatakan pula, dalam amar putusan hakim praperadilan menyebut, SP3 tidak sah hanya berdasarkan gelar perkara."Jadi hakim tunggal mengatakan bahwa gelar perkara itu masih kalah dengan hasil labfor,"sebut Rizal Akbar. Selain itu, kata Rizal akbar lagi, hakim tunggal Sutrisno dalam putusanya juga mengacu pada keterangan saksi ahli yang menyebut bahwa kasus ini tidak bisa dikatakan nebis in idem. 

Alasanya, meski dalam perkara ini sudah ada praperadilan beberapa kali, tapi pemohonya berbeda,"Jadi tidak ada istilah nebis in indem karena pemohon praperadilan beda,"pungkas Rizal Akbar. Karena itu, Rizal Akbar membantah bila pihaknya sudah berkali-kali mengajukan praperadilan."Yang jelas klien kami (Edy Yusuf) baru sekali ini mengajukan gugatan praperadilan,"bantahnya.(MG/SN)