Terungkap dalam Sidang, Suryarata Akui Catut Nama BSW

Senin, 08 Mei 2017 20:35 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terungkap dalam Sidang, Suryarata Akui Catut Nama  BSW
Terdakwa I Dewa Made Suryarata dimuka sudah mengaku mencatut nama Bagus Suwitra Wiryawan (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Sidang kasus dugaan penipuan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dengan terdakwa Bagus Suwitra Wiryawan (BSW) dan I Dewa Made Suryarata, Senin (8/5) kembali dilanjutkan. Dalam sidang pimpinan Hakim Made Pasek itu masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa. 

Dari fakta yang terungkap, sejatinya terdakwa BSW bukan merupakan bagian dari kasus tipu menipu ini. Nama BSW hanya dicatut oleh terdakwa Dewa Made Suryarata. Ini diakui langsung oleh terdakwa Suryarata saat diperiksa sebagai saksi mahkota maupun sebagai terdakwa. Hal ini diperkuat pula oleh keterangan BSW yang menyebut bahwa Suryarata pernah menanyakan kepadanya apakah bisa memasuki orang untuk jadi PNS. 

"Suryarata pernah bertanya kepada saya, apakah bisa masukan orang jadi PNS, saya jawab tidak bisa. Dia tanyakan itu sekitar tahun 2012 silam,"sebut BSW mengawali keterangannya. Diketahui, hubungan kedua terdakwa terjalin karena keduanya sama-sama bisnis jual beli mobil."Tapi tiba-tiba Suryarata mentransfer uang ke rekening saya. Saya tanya uang apa itu, dijawab itu orang operasional untuk bisnis jual beli mobil,"sebut BSW. 

Terdakwa BSW di muka sidang juga mengaku tidak pernah memberikan nomor rekening maupun nomor telepon kepada korban, I Wayan Ariyawan."Jangankan minta uang, nomor telepon saya saja tidak pernah saya berikan kepada korban. Korban pernah meminta nomor saya kepada Suryarata, tapi tidak diberikan,"jelas BSW. "Lalu kenapa terdakwa ada mengembalikan uang kepada korban,"tanya Jaksa Penuntut Umum (KPU) Ni Gusti Rai Artini. 

Ditanya begitu, terdakwa BSW lalu bercerita bagaimana kasus ini bisa membelitnya. Dikatakannya,jauh sebelum kasus ini dilaporkan ke polisi, BSW mengaku mendengar ada keributan soal CPNS yang mencatut namanya."Karena saya mau nyalon (jadi anggota DPDR) uang saya kembalikan Rp 167 juta melalui Suryarata,"sebut BSW. 

"Apakah terdakwa tahu uang itu sampai ke korban atau tidak,"tanya jaksa yang dijawab terdakwa tidak tahu."Yang jelas saya waktu itu tidak tahu apa-apa dan saya tidak mau ada ribut-ribut,"jawab terdakwa BSW. Sementara terdakwa Suryarata yang juga diperiksa mengakui bahwa kasus ini semua berawal dari dirinya. Diakuinya, selama ini terdakwa BSW memang tidak pernah tahu soal utusan CPNS ini. 

"Jadi uang yang saya transfer kepada Bagus Suwitra memang saya katakan itu uang akomodasi, bukan uang untuk masuk CPNS,"sebut Suryarata. Suryarata juga mengakui bahwa dirinya pernah bertanya kepada BSW soal CPNS tersebut."Tapi saat itu pak Bagus Suwitra menjawab tidak bisa,"aku Suryarata. 

Sementara terkait uang Rp 167 juta yang diserahkan BSW kepada Suryarata untuk dikembalikan kepada korban, Suryarata mengaku belum sempat diberikan kepada korban."Uang itu saya pakai untuk biasa saya di rumah sakit,"ungkap Suryarata."Terdakwa memang bisa memasukkan orang untuk jadi PNS,"tanya Jaksa Oka Ariani yang dijawab terdakwa tidak bisa.(MG/SN)