Jadi Kurir Narkoba, Mahardika Dituntut 12 Tahun Penjara

Selasa, 09 Mei 2017 00:35 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jadi Kurir Narkoba, Mahardika Dituntut 12 Tahun Penjara
Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Denpasar.(MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Akibat perbuatanya bermain dengan narkotika, pria bernama Putu Suara Mahardika (30) akhirnya dituntut hukuman pidana selama 12 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Ketut Sujaya di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Senin (8/5/2017). Tak cukup dengan hukuman fisik, terdakwa juga dituntut dengan hukuman denda sebesar 800 juta rupiah subsidair 6 bulan kurungan. 

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Sri Wahyuni Ariningsih, JPU Ketut Sujaya menilai terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Selain itu, hal yang memberatkan terdakwa bahwa perbuatan terdakwa tersebut dapat merusak citra budaya dan pariwisata Bali. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, terdakwa mengaku terus terang perbuatannya dan belum pernah dihukum. 

"Memohon kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara agar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan hukuman pidana selama 12 tahun penjara dikurangi masa tahanan dan pidana denda sebesar 800 juta Subsidair 6 bulan penjara,"tegas jaksa Sujaya

Dalam dakwaan sebelumnya, menyebutkan jika penangkapan terdakwa bermula pada hari Sabtu 10 Desember 2016 sekitar pukul 19.00 wita. Dimana, terdakwa dihubungi melalui handphone oleh seorang bernama Beji untuk mengambil barang berupa narkotika yang diletakan didepan samping kiri rumah No. 2 Perumahan Tanjung Sari, Jalan Kebo Iwa Selatan, Banjar Lepang, Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat. 

Paket Narkotika tersebut nantinya akan dipindahkan dan ditaruh dibawah pohon dekat pasar Sidakarya, Jalan Tukad Balian Sidakarya Denpasar dengan maksud untuk dijual kepada orang lain. Atas jasanya itu, terdakwa dijanjikan mendapat upah sebesar 1 juta rupiah. Saat menjalani aksinya inilah terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Bali. 

Benar saja, saat dilakukan pengeledahan terhadap terdakwa ditemukan barang bukti  berupa plastik klip bening yang didalamnya terdapat plastik warna hitam yang berisi 2 buah plastik klip bening yaitu 1 buah klip plastik yang didalamnya berisi kristal bening seberat 5,32 gram brutto dan 1 buah plastik klip yang didalamnya berisi 25 butir tablet warna coklat berlogo Mercy seberat 8,08 gram brutto. Akibat perbuatanya, terdakwa didakwa dengan dua pasal alternatik yakni Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(MG/SN)