Ambil Kiriman Narkotika, WN Singapura Dituntut 13 Tahun Penjara

Selasa, 09 Mei 2017 15:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ambil Kiriman Narkotika, WN Singapura Dituntut 13 Tahun Penjara
Terdakwa Mohamad Faliq Bin Nurdin (kanan) saat mendengarkan tuntutan jaksa (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Nasib apes menimpa Muhammad Faliq Bin Nordin, warga negara singapura yang menjadi terdakwa dalam kasus narkotika itu, Selasa (9/5/2017) dituntut hukuman 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang pimpinan Hakim Gede Ginarsa, JPU I Dewa GD Ngurah Sastradi menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum menguasai narkotika golongan. 

Pebuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 112 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika."Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun,"sebut jaksa dalam surat tuntutanya. 

Selain memohon hukuman pidana penjara, Jaksa Kejati Bali itu juga memohon agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar."Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,"kata JPU. 

Atas tuntutan itu, terdakwa yang dampingi Andre Rahmat langsung menyatakan mengajukan pembelaan atau pledoi."Kami minta waktu satu minggu untuk membuat pembelaan,"sebut Andre yang diamini oleh majelis hakim. 

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Muhammad Faliq bin Nordin ditangkap polisi usai mengambil paket yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 100,2 gram di Kantor Pos, Renon Denpasar, 10 September 2016 silam. 

Sebelum terdakwa ditangkap, pria yang berprofesi sebagai DJ itu datang ke Kantor Pos untuk mengambil paket yang dikirim dari luar negeri. Paket sendiri sejatinya ditujukan kepada seorang warga negara Inggris bernama Kobu Raum. Namun hingga terdakwa di sidang di PN Denpasar, Kobu Raum tidak pernah muncul di persidangan.(MG/SN)