Gugatan Dikabulkan, Tim Kuasa Hukum Edy Yusuf Siap Kawal Kasus Hingga ke Pengadilan

Kamis, 11 Mei 2017 22:24 Hukum & Kriminal

Bagikan

Gugatan Dikabulkan, Tim Kuasa Hukum Edy Yusuf Siap Kawal Kasus Hingga ke Pengadilan
Tim kuasa hukum Edy Yusuf (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Setelah memenangkan gugatan praperadilan atas dikeluarkanya SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) oleh penyidik Polda Bali terhadap tersangka dr. Ardyanto Natanael Tanaya, tim kuasa hukum Edy Yusuf (penggugat) langsung merapatkan barisan untuk mengawal kasus dugaan pemalsuan ini hingga ke pengadilan.

Tim kuasa hukum Edy Yusuf, Rizal Akbar Maya Poetra dkk., pun langsung mendesak penyidik Polda Bali untuk segara melanjutkan penyidikan sebagaimana putusan hakim tunggal Sutrisno dalam sidang praperadilan beberapa waktu lalu."Saat ini kami hanya bisa mendesak agar penyidik segara melanjutkan perkara dugaan pemalsuan sertifikat ini,"sebut Rizal Akbar kepada wartawan belum lama ini. 

Rizal Akbar, saat bertemu dengan wartawan juga meluruskan beberapa pemberitaan yang sedikit keliru. Dikatanya, dalam kasus ini dr. Ardyanto ditetapkan sebagai tersangka bukan karena kasus pemalsuan tanda tangan."Jadi disini saya luruskan ya, yang dipalsukan itu bukan tanda tangan, tapi sertifikat,"kata Rizal Akbar. 

Rizal Akbar tidak membantah bila kasus ini (objek yang sama) pernah ada gugatan praperadilan. Hanya saja, gugatan praperadilan diajukan saat kasus ini masih ditangai oleh Polresta Denpasar."Yang mengajukan gugatan praperadilan bukan klein kami (Edy Yusuf) melainkan orang lain. Sedangkan Edy Yusuf baru mengajukan setelah kasusnya ditangani Polda Bali,"ungkap Rizal Akbar. 

Dalam perkara ini, kata Rizal Akbar dasar diterbitkannya SP3 oleh penyidik Polda Bali terhadap tersangka dr. Ardyanto kurang kuat karena hanya berdasarkan gelar perkara."Padahal ada hasil labfor yang menyebut ada sertifikat yang non identik. Sekang pertanyaannya, mana lebih kuat antara hasil gelar perkara atau hasil labfor,"pungkas Rizal Akbar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Edy Yusuf yang tidak terima atas diterbitkanya SP3 terhadap tersangka dr. Ardyanto Natanael Tanaya mengajukan gugatan praperadilan ke PN Denpasar. Atas gugatan itu, hakim tunggal Sutrisno akhirnya mengabulkan gugatan tersebut dan menyatakan SP3 yang diterbitkan tidak sah dan memerintahkan penyidik untuk melanjutkan penyidikan.(MG/SN)