Edarkan Sabu, Pecatan Polisi Dituntut 10 Tahun Penjara

Senin, 15 Mei 2017 20:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

Edarkan Sabu, Pecatan Polisi Dituntut 10 Tahun Penjara
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Mantan anggota polisi, I Wayan Murdana alias Lengkong (40) yang diduga berbisnis narkoba jenis sabu sabu (SS) akhirnya dituntut sepuluh (10) tahun penjara pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (15/5/2017). Dalam sidang pimpinan Hakim Sutriso, terdakwa juga dituntut hukuman denda Rp 800 juta dengan subsider enam (6) bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Peggy E . Bawengan menyebut pecatan anggota Polda Bali ini, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Peggy mengungkapkan tuntutan yang dikenakan pada terdakwa juga sesuai hasil fakta persidangan yang tidak ditemukan alasan pemaaf ataupun pembenar.

"Oleh karenanya terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dihukum dengan hukuman pidana penjara yang setimpal degan perbuatannya,"tegas JPU Peggy. Hal tersebut sesuai barang bukti berupa kepemilikan 19 plastik klip SS berat total 13,05 gram, tiga buah plastik kosong, satu gulung isolasi bening, sebuah gunting dan ponsel merek Samsung.

Menurut JPU, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan merusak moral bangsa. Sedangkan meringankan, lanjut JPU, terdakwa Lengkong ini belum pernah dihukum, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

Menanggapi tuntutan ini, terdakwa melalui penasehat hukumnya, Beni Hariyono mengaku akan mengajukan pembelaan secara tertulis. "Kami mohon diberikan waktu selama satu minggu untuk menyiapkan berkas pembelaan Yang Mulia,"ucap Beni pada majelis hakim. 

Sebelumnya, JPU mendakwa terdakwa pasal berlapis, yakni pasal 114 (2) dan Pasal 112 (2) Undang - Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. Dalam dakwaan yang dibacakan beberapa waktu lalu, Jaksa Peggy menyatakan, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I. Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk bukan tanaman.

Sekedar mengingatkan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung bersama BNNP Bali, meringkus seorang pria berinisial IWM alias Lengkong (40), Selasa (24/1) lalu. Lengkong yang merupakan mantan anggota SPKT Polda Bali ini ditangkap di kamar kosnya di Bagus Jaya Residence, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Banjar Tegal Buah, Padangsambian Klod, Denpasar Barat lantaran menjadi pengedar SS.

Dari hasil interogasi terdakwa menerangkan, mendapat paket sabu itu dari Badrus (DPO). Awalnya terdakwa dihubungi oleh Badrus untuk mengambil bahan. Kemudian Badrus kembali menelepon dan mengajak bertemu. Keduanya pun sepakat bertemu di pinggir Jalan Kartini. Ketika bertemu, Badrus langsung memberikan 20 paket plastik klip SS itu ke terdakwa. Terdakwa pun langsung menuju kosnya dan barang terlarang. Menurut pengakuan, terdakwa mau menempelkan sabu dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Karena dijanjikan oleh Badrus, setiap menempel atau mengantar pesanan, terdakwa mendapat Rp 50 ribu.(MG/SN)