Humas PN : Bangunan Fisik Sel Tahanan di PN Denpasar Masih dalam Kondisi Layak

Selasa, 16 Mei 2017 22:52 Hukum & Kriminal

Bagikan

Humas PN : Bangunan Fisik Sel Tahanan di PN Denpasar Masih dalam Kondisi Layak
Napak saksi sedang memperlihatan tralis yang dijebol oleh Jose William/TIM
Denpasar,Semetonnews-Kaburnya Jose William Salazar Ortis terdakwa kasus pembobolan mesin ATM dari ruang tahanan PN Denpasar, Selasa (16/5/2017) membuat jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar tegang. Sejumlah pejabat Kejari Denpasar turun langsung mengecek sekaligus mencari tahu bagaimana terdakwa bisa kabur dari ruang tahanan. 

Pejabat Kejari yang nampak mondar-madir di halaman belakang PN Denpasar adalah Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Ketut Maha Agung, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) IGA Kusumayasa Diputra dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Tri Syahru Wira Khosada.

Kaburnya Jose William yang dengan mudah membobol tralis kamar mandi di sel tahan PN Denpasar ini membuat beberapa pihak bertanya-tanya, bagaimana  Jose Willam begitu mudah membobol tralis yang terbuat dari besi itu. Terkait hal ini, Humas PN Denpasar Made Sukereni langsung angkat bicara. Dia mengatakan kondisi fisik bagunan sel tahanan PN Denpasar masih dalam kedaan baik. 

Situasi PN Denpasar sesaat setelah Jose Willam Salazar Ortis kabur/TIM

"Menurut kami semua bangunan di PN Denpasar ini masih dalam keadaan baik dan baru saja dilakukan perbaikan,"sebutnya saat ditemui di PN Denpasar, Selasa (16/5). Sebab itu Sukereni membantah bila Jose Willam bisa kabur dengan mudah karena kondisi fisik bangunan ruang tahanan yang kurang perawatan."Bukan bangunanya udah tidak layak, tapi memang tahananya yang sudah punya niat mau kabur,"pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus tahanan kabur di PN Denpasar bukan baru pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu, ada dua tahanan wanita yang dengan mudah melarikan diri. Bahkan menurut beberapa saksi mata, kedua tahanan ini kabur melalui pintu depan PN Denpasar. Hingga berita ini dibuat belum ada kabar apakah kedua wanita ini berhasil tertangkap atau masih berkeliaran. 

Ada juga terdakwa kabur yang sempat bikin geger Kejari Denpasar. Dia adalah terdakwa kasus narkoba atas nama Abdulah Yahyah yang kabur saat hendak di sidang di PN Denpasar, 11 Maret 2014 silam. Namun Abdulah Yahyah berhasil ditangkap satu bulan kemudian tepatnya 3 April 2014 di Bandara Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) saat menjemput anak dan istrinya.

Penangkapan Abdulah langsung dilakukan Kasi Intel Kejari Denpasar saat itu ABK Kusimantara yang dibantu oleh aparat kepolisian setempat. Nah yang masih terlintas dalam ingatan kita adalah upaya kaburnya tahanan bernama Muhammad Ruhaiman alias Ogim Saputra. 

Tahanan yang baru dilimpahkan dari kepolisian ini berusaha kabur saat dimasukan ke dalam mobil tahanan diangkut menuju Lapas Kerobokan oleh petugas, pada 16 Juni 2016 silam. Namun pelarian terdakwa kasus pencurian ini hanya sampai Jalan Raya depan PN Denpasar. Muhammad Ruhaiman alias Ogim Saputra berhasil ditangkap pengawal tahanan Kejari Denpasar yang dibantu oleh seorang anggota TNI yang kebetulan melihat Muhammad Ruhaiman kabur melompati tembok PN Denpasar. (TIM)