Penambang Galian C Menuntut Pemerintah Banyuwangi Buka Akses Demi Lancarnya Pembangunan

Kamis, 18 Mei 2017 12:53 Nasional

Bagikan

Penambang Galian C  Menuntut Pemerintah Banyuwangi Buka Akses Demi Lancarnya Pembangunan
Jose Rudi, Pimpin Aksi Massa (ist-SN)
Banyuwangi, Semetonnews - Sopir truk, kuli dan pemilik tambang pasir dan batu siap lakukan aksi demo besar-besaran jika pada tiga hari mendatang aktifitas galian C masih belum di perbolehkan.

Padahal, rencananya hari ini, Kamis (18/5/2017) ribuan massa siap lakukan aksi menuntut ketidakadilan ini. Terkait banyaknya tambang pasir dan batu yang di beri polisi line oleh aparat. Namun rencana demo tersebut di urungkan, menunggu tim Negosiasi FP2B melakukan negosiasi dengan aparat.

Koordinator Lapangan (Korlap) Forum Penyelamat Pembangunan Banyuwangi (FP2B) Jose Rudi mengatakan, pihaknya masih menanti hasil negosiasi antara perwakilan penambang dengan pihak-pihak terkait. Jika negosiasi ini tidak bisa berjalan dengan baik, dengan terpaksa pihaknya akan melakukan aksi, menuntut keadilan.

“Seharusnya kami hari ini mau melakukan aksi demo yang akan di ikuti ribuan orang, mulai dari sopir, kuli, dan para pemilikgalian C. karena ada masukan dari tim Negosiasi, akhirnya aksi ini kita tunda dahulu,”ujar Jose Rudi.

Rencananya, aksi yang dilakukannya itu menuntut kepada penegak hukum agar memberikan kemudahan dalam melakukan penambangan Galian C.

“Tuntutan demo kami ini adalah tambang pasir dan batu bisa buka kembali, Cuma itu saja”katanya.
Padahal, kata Rudi, dengan di bukanya tambang pasir dan batu, itu juga di peruntukan pembangunan yang mempergunakan APBD dan APBN.
“Pasir-Pasir dan batu juga kebutuhan bahan baku matrial proyek. Dan rata-rata untuk memenuhi kebutuhan proyek yang sumber dananya dari APBD maupun APBN,”Terangnya. 
Jika, lanjutnya, penambang di anggap ilegal lalu bagaimana dengan pengguna. Karena galian C ini rata-rata di peruntukan untuk pembangunan milik pemerintah.

“Kenapa  tambang kami di polis line, kenapa proyek-proyek yang membeli galian C tidak turut di tindak, apakah ini yang namanya berkeadilan,”papar Rudi dengan nada agak emosional.

 Jose Rudi menambahkan, dalam hal ini pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum memberikan kemudahan kepada pemilik galian C untuk melakukan aktifitasnya. Dan tetap akan mengurus perizinan hingga selesai.
“Intinya para pemilik Galian C ini sudah mengurus perijinan namun belum selesai, maka dari itu, berilah kemudahan dan membolehkan melakukan aktifitas, jangan di buat mereka itu sengsara, karena sebentar lagi menghadapi bulan suci Ramadhan, dan mereka punya kuli yang membutuhkan pekerjaan. 

Dan  yang sopir truk biar bisa bekerja agar bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya, dan memenuhi kebutuhan hari raya,”pungkas Jose Rudi.

Sejatinya, buntut aksi ini adalah tidak ada perda tentang tambang ysng dimiliki Kabupaten Banyuwangi, tidak adanya pijakan hukum yang jelas ini membuka peluang pungli, kata salah pentolan LSM Watu Kosek di Banyuwangi. " Selama pungli juga tidak ditertibkan ini akan juga memperkeruh suasana, kondisi ini menjadi ambigu manaka pemerintah tidak mengeluarkan diskresibatas situasi, karena pijakan tidak ada, "Kata Rafsanjani Abdulah.(tut/SN)