Setelah Penjarakan Patra dan Rai Sutha, Kejari "Nyerah" Tangani Kasus Perdin

Jumat, 19 Mei 2017 00:23 Hukum & Kriminal

Bagikan

Setelah Penjarakan Patra dan Rai Sutha, Kejari
Kasi Intel Kejari Denpasar IGA. Kusumayasa Diputra (dok/SN)
Denpasar,Semetonnews-Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar nampaknya "menyerah" dalam mengusut kasus dugaan mark up Perjalanan Dinas (Perdin) DPRD Kota Denpasar. Buktinya, setelah menetapkan dua orang yaitu I Gusti Made Patra (terpidana satu tahun penjara) dan I Gusti Rai Sutha (masih berstatus terdakwa) sebagai pihak yang paling bertanggung jawab Kejari sudah mengisyaratkan tidak lagi melanjutkan kasus ini. 

Kasi Intel/Humas Kejari Denpasar, IGA Kusumayasa Diputra yang ditemui belum lama ini mengatakan sudah tidak ada lagi penambahan tersangka."Sepertinya sudah tidak ada penambahan tersangka dalam kasus Perdin ini,"katanya dihadapan wartawan saat ditemui di ruang kerjanya. 

Ini memang aneh, padahal dari beberapa saksi yang dihadirkan saat Gusti Made Patra duduk di kursi pesakitan, jelas terungkap siapa yang menikmati kerugian negara, dan bagaimana kerugian negara sampai bisa terjadi. Namun Kusumayasa tetap kekeh dan beralasan bahwa inti dari pengungkapan kasus tindak pidana korupsi adalah pengembalian kerugian negara.

Diketahui, dalam kasus Perdin ini sudah ada pengembalian kerugian daerah yang disebut-sebut berasal dari beberapa anggota DPRD Denpasar. Diketahui pula kasus dugaan mark up Perdin DPRD Kota Denpasar ini bermula saat penyidik meneliti kegiatan DPRD Kota Denpasar tahun 2013-2014 yaitu terkait peningkatan kapasitas alat kelengkapan dewan dan perjalanan dinas anggota dewan.

Dari hasil penyelidikan diketahui ada mark up yang dilakukan Sekwan dalam perjalanan dinas tersebut. Salah satunya terlihat dari hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Wilayah Bali, yang menemukan adanya kerugian negara Rp 2,292 miliar dalam kegiatan perjalanan dinas DPRD Kota Denpasar ini.(MG/SN)