Ribuan Warga Denpasar Bergerak Dalam Deklarasi Tolak Radikalisme

Minggu, 21 Mei 2017 14:56 Nasional

Bagikan

Ribuan Warga Denpasar Bergerak Dalam Deklarasi Tolak Radikalisme
Deklarasi GRAK(wn-sn)
Denpasar, Semetonnews - Ribuan warga Denpasar memperingati hari kebangkitan Nasional dengan mendeklarasikan gerakan anti radikalisme (GRAK) pada Sabtu (20/5/2017). Hadir dalam deklarasi ini ulama kondang Gus Nuril bersama perwakilan organisasi lintas kelompok dan agama di Denpasar. 


Deklarasi ini diawali dengan dialog kebangsaan yang digelar di Hotel Inna Bali Hotel, Jln.Veteran, Denpasar, dilanjutkan dengan deklarasi GRAK di Titik Nol, Bundaran catur Muka, Kota Denpasar. Saat deklarasi diisi dengan pembacaan maklumat anti radikalisme, penandatanganan deklarasi Anti Radikalisme  serta pelepasan balon merah putih ke udara. ​Deklarasi ini melahirkan tujuh poin deklarasi menentang radikalisme.


Pertama, memperkokoh nilai-nilai Pancasila dan Bhineka tunggal Ika, guna menjaga keutuhan NKRI. Kedua, mengembangkan solidaritas antara sesama anak bangsa yang berbeda suku agama dan antar golongan. Ketiga, mengembangkan pemahaman keagamaan yang inklusif toleran dan saling menghargai khususnya melalui lembaga pendidikan


Kempat, meminta semua pihak untuk tidak menggunakan isu SARA dalam agenda politik. Kelima, mendukung pemerintah menumpas gerakan intoleran. Keenam, menolak gagasan Khilafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketujuh, mendukung penghapusan pasal-pasal penodaan agama yang rawan menimbulkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa. Setelah tujuh poin tersebut dibacakan warga kemudian membubuhkan tanda tangan di atas kain sepanjang 100 meter.


 Pada kesempatan ini Gus Nuril menekankan radikalisme tidak bisa lagi hanya dilawan dengan wacana dan diskusi. Tapi perlu tindakan nyata."Percuma kalau di sini kita diskusi melawan Radikalisme tapi begitu pulang terus diam, harus terus bergerak," kata Gus Nuril.Menurutnya musuh bangsa Indonesia bukanlah saudara yang berbeda agama atau berbeda suku. Tapi musuh bangsa Indonesia adalah orang-orang yang ingin menjual bangsa sendiri.


"Kalau hanya andalkan pemerintah tidak akan selesai," kata Gus Nuril. Sementara itu salah satu tokoh penggagas GRAK Nyoman Gede Sudiantara mengatakan jika bicara Indonesia maka Bhineka Tunggal Ika menjadi jiwa dalam relasi kehidupan bersama. Dasar negara Pancasila sudah final tidak bisa dirubah. "Jika ada yang ingin mengganti Pancasila maka jelas-jelas bertentangan semangat para pendiri bangsa, saya tegaskan Pancasila dan NKRI adalah harga mati," ucap Sudiantara.(Ap-SN)