Persatuan Alumni DPC GMNI Banyuwangi Menuntut Pembubaran Ormas Intoleran

Senin, 22 Mei 2017 12:21 Nasional

Bagikan

Persatuan Alumni DPC GMNI Banyuwangi Menuntut Pembubaran Ormas Intoleran
PA DPC GMNI Banyuwangi, Bacakan Pernyataan Sikap, (ist-SN)
Banyuwangi, Semetonnews -  Ideologi Pancasila yang kini sedang di bawah bayang bayang ancaman ideologi Khilafah, memicu bangkitnya semangat nasionalisme berbagai elemen.
Situasi kondisi bangsa dan negara yang terancam perpecahan menjadi agenda pembahasan penting dalam rapat kerja cabang ke-1, Persatuan Alumni Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Banyuwangi yang digelar pada Minggu (21/5/2017).

Nasionalisme inklusif secara gamblang bukanlah soal menghitung mayoritas dan minoritas, melainkan bagaimana semua elemen dapat berkembang dan berkontribusi sesuai dengan landasan ideologi Pancasila dan konstitusi 
yang berlaku dinegeri ini, UUD 1945.

Indonesia adalah bagian peradaban besar dunia,  yang dibangun dari hasil penggalian nilai local genius sendi - sendi keberagaman baik dari suku, agama, budaya, ras dan lain-lain. Indonesia memiliki ikatan dasar yang kuat dan kokoh sebagai hasil Idea para pendiri bangsa, yaitu Pancasila. Namun rentetan persoalan yang terjadi akhir-akhir ini, justru sangat mengancam Ideologi Bangsa yakni Pancasila yang telah final, intimidasi dan gangguan stabilitas nasional dan menimbulkan perpecahan. 

Perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara ini, termasuk di dalamnya melahirkan konsepsi Pancasila sebagai ideologi 
bangsa bukanlah upaya coba-coba, tetapi kristalisasi dari cita-cita, semangat dari realitas kebangsaan yang membentang ribuan pulau, 
ratusan suku bangsa dan bahasa, hingga puluhan agama dan aliran kepercayaan. 

Pada fondasi keberagaman inilah cita-cita hidup berbangsa dan bernegara dibangun dalam wujud nyata Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila sebagai dasarnya dan Undang – Undang Dasar NRI 1945 sebagai aturan yang mendasari eksistensi berbangsa dan bernegara.

Ketua PA DPC GMNI Banyuwangi, Indah Yeni, SH menegaskan bahwa penguatan ideologi dari berbagai aspek kehidupan, harus dilakukan, tuntutan jaman membuktikan bahwa Pancasila tidak lekang tergerus zaman, Pancasila sebagai stabilizer menghadapi Globalisasi. Pancasila ia yakini final sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

"Kami merasakan bahwa semua Agama itu toleran, semua Agama mengusung misi Kemanusiaan dan tidak ada agama yang ajarkan kebencian. Menilik situasi yang terjadi akhir akhir ini, komunitas / organisasi seperti HTI, FPI dan sejenisnya (kaum intoleran) kami simpulkan  tidak dan bukanlah representasi dari Agama tertentu."ujar Indah Yeni.

Yang terjadi hari ini, dilakukan oleh kelompok intoleran adalah upaya mengikis penghayatan terhadap perjalanan sejarah, pemahaman atas cita - cita para pendiri bangsa.

Dalam pernyataan sikapnya, usai digelarnya DPC Persatuan Alumni GMNI Kabupaten Banyuwangi menyampaikan aspirasi dan menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mendukung dan mengawal Pemerintahan Presiden Jokowi – JK secara selektif.

2. Mendukung Pemerintah Jokowi - JK mengevaluasi seluruh ormas yang ada di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

3. Mendukung Pemerintah Jokowi - JK membubarkan Ormas HTI, sebab sejak berdiri, HTI sudah mengusung khilafah, konsep yang bertentangan dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

4. Meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah serupa kepada Organisasi FPI, karena nyata-nyata telah bertentangan dengan tujuan, azaz, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 
tentang Ormas.

5. Mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia untuk memfasilitasi, mediasi perdamaian / kerukunan kembali antara anak bangsa yang 
saat ini tengah berhadap-hadapan.

6. Mendesak Kepada Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dan DPRD Kabupaten Banyuwangi untuk mencanangkan program pendidikan karakter, wawasan kebangsaan secara umum serta menjadikannya sebagai program prioritas Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi.

7. Mengajak semua organisasi masyarakat (Ormas), terutama di Kabupaten Banyuwangi untuk saling menjaga, mengedukasi 
masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin yang mengkesampingkan eksistensi Pancasila sebagai Dasar Negara serta 
turut menjaga kerukunan antar umat beragama.

8. Demi menjaga perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami menghimbau kepada seluruh Rakyat Indonesia 
untuk bersatu, menghindari segala bentuk provokasi / adu domba dan fitnah yang dilakukan pihak-pihak tertentu.(Infokom PAGMNI Banyuwangi)