Lengkong Bantah Jadi Otak Pelaku Kabur dari Sel Tahanan BNNP

Selasa, 23 Mei 2017 09:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

Lengkong Bantah Jadi Otak Pelaku Kabur dari Sel Tahanan BNNP
Majelis hakim pimpinan Sutrisno menunda sidang karena terdakwa I Wayan Murdana alias Lengkong tidak bisa hadir (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Kuasa hukum I Wayan Murdana alias Lengkong, Benny Hariyono, Senin (22/5/2017) mengatakan, Lengkong membantah tudingan yang menyebut dialah dalang kaburnya tahanan dari ruang tahanan Bandan Narkotika Nasional (BBN) Provisi Bali, Selasa (16/5/2017) lalu.

Kata Benny, Justru Lengkong adalah korban dari aksi kabur itu."Kalau tidak ikut lari katanya nyawanya terancam,"sebut Benny di hadapan wartawan saat ditemui di PN Denpasar."Jadi tidak benar kalau dia (Lengkong) yang menjadi otak pelaku kaburnya tiga tahanan lainnya,"lanjut pengacara muda ini. 

Benny juga mengatakan bahwa, selama ini Lengkong dititipkan di sel BNNP Bali adalah atas rekomendasi atau permintaan dari kepala BNN Badung."Karena saat ditangkap dulu Lengkong ini sangat kooperatif bahkan bisa disebut sebagai justice collaborator, makanya ada permintaan agar penahananya dititipkan di BBNP saja,"ungkap Benny. 

Selain itu, Lengkong yang sedianya, Senin (22/5/2017) hadir untuk mengikuti sidang, tidak hadir. Hal ini, kata Benny dikarenakan Lengkong saat ini masih menjalani rangkaian pemeriksaan terkait kaburnya dari sel BBNP, Selasa (16/5/2017) lalu."Lengkong masih menjalani pemeriksaan intensif, jadi tidak bisa hadir,"beber Benny. 

Sebelum sidang dinyatakan ditutup, Lengkong melalui Benny mengajukan beberapa permohonan. Salah satunya adalah terkait tempat penahananya usai vonis nanti. Benny di hadapan majelis hakim pimpinan Sutrisno memohoja agar pasca vonis nanti Lengkong tidak ditahan di LP Kerobokan, melainkan di Lapas Tabanan. "Alsanya sama, yaitu keselamatan terdakwa. Sebab Lengkong bilang kepada saya bahwa sudah ada ancaman dari beberapa napi yang ditahan di LP Kerobokan,"pungkas Benny. 

Namuan permohonan itu belum ditanggapi oleh majelis hakim. Hakim hanya menyatakan sidang ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa Lengkong. Diketahui, I Wayan Mudana alias Lengkong adalah satu dari empat tahanan yang kabur dari ruang tahanan BNNP Bali, Selasa (16/5/2017) lalu. 

Tapi baru tiga hari menghirup udara bebas, Lengkong berhasil ditangkap petugas BNNP Bali yang dibantu oleh petus BNNP NTB, di Ledang Home Stay Kamar No. 3 Jalan Raya Senggigi, Kelurahan Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Kamis (18/05/2017) sekitar pukul 16.30 Wita. 

Sebelum ditangkap, kata Benny, Lengkong sempat berkomunikasi dengan salah satu penyidik BNNP Bali bahwa dia ada di Lombok Utara."Kepada penyidik itu Lengkong mengatakan siap ditangkap, tapi Lengkong meminta untuk tidak ditembak,"tutup Banny Hariyono. (MG/SN)