Jadi Saksi, Suami Sarah tak Pernah Minta Sarah untuk Rubah Akta Jual Beli

Selasa, 23 Mei 2017 09:56 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jadi Saksi, Suami Sarah tak Pernah Minta Sarah untuk Rubah Akta Jual Beli
Eunika Wahyu Praseyanti oknum notaris yang menjadi terdakwa kasus dugaan pemalsuan akta jual beli tanah.(dok/SN)
Denpasar,Semetonnews-Eunika Wahyu Praseyanti oknum notaris yang menjadi terdakwa kasus dugaan pemalsuan akta jual beli tanah, Senin (22/5/2015) kembali di dudukan di kursi pesakitan PN Denpasar. Sidang masih dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raka Arimbawa menghadirkan Rodney John Diggle yang tidak lain adalah mantan suami korban, Fika Stania untuk memberikan kesaksian di muka sidang pimpin Hakim Estar Oktavi. Ada pengakuan yang menarik dari pria warga negara Australia itu. 

Di muka sidang saksi mengatakan tidak pernah meminta atau menyuruh Oktaviana Sarah Tangduli (DPO) datang menemui terdakwa untuk merubah akta jual beli No. 55/2010 tanggal 11 Agustus 2010 atas nama Fike Stania menjadi Oktaviana Sarah Tangduli.  

"Saya tidak pernah memerintahkan Sarah mendatangi notaris untuk mengubah akta jual beli itu. Tetapi saat itu saya melihat Sarah menandatangani beberapa dokumen,"sebut saksi yang saat adalah suami Oktaviana Sarah Tangduli itu. Pun saat saksi ditanya oleh JPU apakah saksi melihat akta jual beli yang sudah diganti nama tersebut, saksi menjawab tidak pernah melihat. 

"Saya tidak pernah melihat akta itu, saya hanya melihat Sarah menandatangani beberapa dokumen, hanya itu yang saya lihat,"jawab Saksi. Namun saksi mengakui bahwa uang yang dipergunakan untuk membeli tanah seluas 205 M2 di Benoa itu semua bersumber darinya."Saksi tahu sekarang SHM tanah itu ada dimana,"tanya JPU yang dijawab saksi dijaminkan di Bank.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini muncul ketika Roedney John Diggle dan Fike Stania bercerai pada tanggal 7 Februari 2012 di Australia. Pada tanggal 28 Desember 2012, Oktaviana Sarah Tangduli yang mengaku sebagai pacar dari Roedney John Dinggle mendatangi kantor terdakwa untuk meminta mengganti Akta jual beli Nomor 55/2010 tanggal 11 Agustus 2010 atas nama Fike Stania menjadi Oktaviana Sarah Tangduli dengan alasan uang pembelian tanah itu berasal dari Roedney. 

"Pada mulanya terdakwa sempat menolak permintaan dari perempuan bernama Sarah itu. Namun karena terus didesak terdakwa kemudian mengganti nama Akta Jual Beli tersebut menggunakan mesin ketik ," beber Jaksa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti Dokumen LAB 711/DCF/2015 tanggal 5 Oktober 2015 Forensik Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa pada QD atau akta jual beli no. 135/2012 tertanggal 28 Desember 2012 terdapat penghapusan secara fisik terhadap tandatangan dan tulisan ketik yang diganti dengan tandatangan dan tulisan ketik baru sesuai dengan uraian dalam pemeriksaan.(MG/SN)