Jose Ortis, Tahanan yang Kabur itu Akhirnya Dituntut 7 Tahun Penjara

Selasa, 23 Mei 2017 22:19 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jose Ortis, Tahanan yang Kabur itu Akhirnya  Dituntut 7 Tahun Penjara
Roberto Castro De La Cuba dan Frankho Pizaro Solano saat menjalani persidangan (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Meski Jose William Salazar Ortis belum tertangkap, tapi persidangan kasus pembobolan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang menjeratnya sebagai terdakwa, Selasa (23/5/2017) tetap digelar. Dalam sidang, jaksa menuntut pria asal Peru itu dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Tuntutan untuk Jose Ortis lebih tinggi dibanding dua rakanya yang juga Warga Negara Peru, Roberto Castro De La Cuba dan Frankho Pizaro Solano yang masing-masing dituntut hukuman 5 tahun penjara. 

Di hadapan majelis hakim pimpinan Estar Oktavi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Admaja dalam amar tuntutanya menyatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5.

"Memohon kepada majelis untuk menghukum  Jose William Salazar Ortis, Roberto Castro De La Cuba dan Frankho Pizaro Solano masing-masing dengan pidana penjara selama 7 dan 5 tahun penjara,"kata jaksa Nyoman Bela di muka sidang.  

Untuk terdakwa Jose Ortis dituntut lebih tinggi karena melarikan diri."Yang membedakan lamanya hukuman dalam tuntutan ini karena terdakwa Jose Ortis melarikan diri, sehingga  itu menjadi pertimbangan yang memberatkan,"sebut jaksa Nyoman Bela yang ditemui usai sidang. 

Sementara dua terdakwa lainya yaitu Roberto Castro De La Cuba dan Frankho Pizaro Solano usai mendengarkan tuntutan langsung menyampaikan pembelaannya secara lisan. Dalam pembelaan yang disampaikan, intinya kedua terdakwa memohon keringanan hukuman."Apa kalian berdua sudah pernah dihukum,"tanya Hakim Estar yang langsung dijawab belum pernah. 

Kuasa hukum kedua terdakwa, M. Husein dan Edward Pangkahila juga menyampaikan pledio secara lisan. Pembelaan yang disampaikan kedua pengacara ini  hampir sama, yaitu memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan yang seringan-ringanya.

"Kadua terdakwa sudah mengakui perbuatnya, berjanji tidak akan mengulangi dan kedua terdakwa sama sekali tidak terlibat dalam pelarian Jose Ortis,"sebut M. Husein dimuka sidang. Tidak hanya itu, dikatakan pula, selama ketiga terdakwa mendekam dalam LP Kerobokan, antara kedua terdakwa ini dengan terdakwa Jose Ortis memang tidak akrab bahkan sering terlibat cekcok.

Sebagaimana terungkap dalam dakwaan jaksa, ketiga terdakwa ditangkap polisi pada bulan november 2016 silam di Toko Indomaret Jalan Tangkuban Perahu. Ditempat ini, para terdakwa behasil membobol ATM BRI dan BCA dengan menggunakan mesin las. Para terdakwa berhasil menggasak uang pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 117.550.000.(MG/SN)