Schapelle Corby, Warga Australia Dideportasi Hari Ini Tidak Ada Perlakuan Istimewa

Sabtu, 27 Mei 2017 15:01 Hukum & Kriminal

Bagikan

Schapelle Corby, Warga Australia Dideportasi Hari Ini Tidak Ada Perlakuan Istimewa
Suasana Balai Pemasyarakatan Klas 1 Denpasar, (wn-SN)
Denpasar, Semetonnews - Schapelle Corby, mantan narapidana kasus narkoba rencananya akan dideportasi dari Bali kembali ke negaranya, Australia, pada Sabtu (27/5/2017) malam.

Ratu Mariyuana ini telah mendapatkan pembebasan bersyarat pada Februari 2014, setelah sembilan tahun menjalani hukuman di Lapas Kerobokan, Bali.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Denpasar, Akbp Nyoman Artana mengatakan tidak ada perlakuan khusus terhadap Corby.

Menjelang keberangkatan yang direncanakan, Sabtu sore, Corby tidak keluar selama sepekan dari villa yang selama ini ditempatinya bersama dengan keluarganya. Di kawasan Banjar Pande Mas Kuta, Badung.

Sebelumnya Jumat (25/5) Petugas Balai Pemasyarakatan kelas 1 Denpasar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap corby, hal sebagai salah satu syarat dari proses terhadapnya.

Kepala Balai Pemasyarakatan Klas 1 Denpasar, Titiek Sudaryatmi mengatakan kondisinya baik baik saja dan akan menjalani proses sebagaimana mestinya."Dia sehat,akan datang ke Bapas untuk tanda tangan," katanya.

Corby ditangkap saat memasuki Bandara Ngurah Rai setelah pihak berwajib menemukan 4,2kg mariyuana di papan selancarnya. Dia divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar pada 27 Mei 2005.

Pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi Denpasar mengurangi hukuman Corby menjadi 15 tahun penjara pada 11 Oktober 2005.

Mahkamah Agung justru mengoreksi hukuman 15 tahun dijatuhkan Pengadilan Tinggi Bali. Majelis menguatkan hukuman selama 20 tahun penjara sesuai putusan Pengadilan Negeri Denpasar pada 27 Mei 2005.

Namun pada 19 Januari 2006, Mahkamah Agung membatalkan putusan tingkat banding dan mengadili sendiri perkara tersebut di tingat kasasi.

Corby divonis 20 tahun penjara, sesuai vonis Pengadilan Negeri Denpasar, dan menetapkan agar warga negara Australia itu membayar denda kepada negara sebesar Rp100 juta dan subsider enam bulan kurungan. Dia bebas bersyarat pada Februari 2014. (SN).