Terungkap Dalam Sidang, Saat Minum Arak, Korban Terus Menggerayangi Tubuh Terdakwa

Senin, 29 Mei 2017 10:20 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terungkap Dalam Sidang, Saat Minum Arak, Korban Terus Menggerayangi Tubuh Terdakwa
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Kasus pembunuhan Imran Hamdani dengan terdakwa Mahfud Hudori belum lama ini kembali dilanjutkan. Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Lanang Raharja menghadirkan beberapa saksi.  

Diantaranya, Muhamad Nurohim, Angga Priyadi, Muhamad Latiful, Budi Setiawan, Heri Raharjo, Gede Eka Sudarma dan Made Sugianta. Dari sekian banyak saksi yang pertama kami mengetahui bahwa terdakwa telah menghabisi nyawa Imran adalah saksi Muhamad Nurohim. 

Saksi Norohim dihadapan majelis hakim pimpinan Partha Bhargawa menuturkan, usai membunuh korban, terdakws sempat menghampirinya. "Terdakwa datang ke kos saya sekitar jam 3 pagi,"terang saksi."Lalu saya tanya ada apa, dia (terdakwa) menjawab saya diganggu orang terus saya bunuh,"sambung saksi yang sudah berteman dengan terdakwa sejak kecil.

Saksi menuturkan, terdakwa mengaku membunuh korban dengan cara menusuk."Lalu saya tanya, dari mana dapat pisau. Dijawab dari Angga,"katanya. "Kenapa saksi tidak menyarankan agar terdakwa menyerahkan diri ke polisi,"tanya Hakim yang dijawab saksi tidak  menyarankan karena saksi sejatinya tidak percaya terdakwa telah membunuh."Terdakwa ini orangnya pintar dan baik, saya tidak menyangka dia berani bunuh orang,"kata saksi. 

Sementara saksi Gede Eka Sudarma yang tidak lain adalah tetangga  korban menerangkan, saat malam kejadian tepatnya pukul 02.00 dini hari sempat bertemu dengan terdakwa. Saksi menuturkan, sebelum bertemu dengan terdakwa, awalnya saksi keluar rumah untuk menangkap anjing piaraan yang terus menggonggong.

"Saya keluar ambil ajing, saat itu saya bertemu dengan seorang pria (terdakwa). Saya bertanya pada pria itu, ada apa yang dijawab tidak ada apa-apa,"kata saksi yang baru mengetahui bahwa pria yang dijumpainya adalah terdakwa setelah di kantor Polisi. 

Karena tidak menaruh cerugika kepada terdakwa, saksi kembali masuk kedalam rumah."Paginya sekitar jam 6, saya dibangunkan orang, katanya ada pembunuhan,"ujar saksi yang sehari-hari bekerja sebagai satpam itu. Sementara saksi Angga Priyadi dalam keterangan membenarkan bahwa pisau yang digunakan terdakwa untuk menghabisi nyawa Imran adalah pisau yang diambil di kamar kosnya.

Pisau itu diambil oleh terdakwa sesaat sebelum menghabisi nyawa Imran."Apa saksi tidak punya firasat, kenapa malam-malam terdakwa datang mengambil pisau,"tanya Hakim yang dijawab saksi bahwa, sebelumnya terdakwa sering meminjam peralatan dapur miliknya."Terdakwa sudah biasa malam-malam buat rujak, jadi sama sekali saya tidak curiga,"jawab saksi.

Namun begitu, istri saksi yang juga mengenal terdakwa meminta saksi untuk mengikuti dan menanyakan untuk apa terdakwa datang malam-malam dan mengambil pisau."Saya sempat ikuti terdakwa, saat bertemu dengan  terdakwa saya melihat dia membonceng seorang pria (korban Imran). Lalu saya tanyakan, untuk apa pisau itu yang dijawab tidak untuk apa-apa,"beber saksi.  

Dua saksi lainya yaitu Budi Raharjo dan Heri Setiawan menuturkan, sebelum kejadian, korban dan juga terdakwa sempat minum arak bersama."Pada saat minum itu, korban terus memeluk dan berusaha untuk mencium terdakwa,"sebut Budi Raharjo."Saat dipeluk dan mau dicium, bagaimana reaksi terdakwa,"tanya hakim yang dijawab saksi terdakwa selau berusaha menghindar. 

Diceritakan saksi, usai mimum arak, terdakwa bersama korban pergi membeli makan."Setelah ditunggu beberapa lama, keduanya (korban dan terdakwa ) tidak kembali. Saya tidur, dan pagi harinya saya dibangunkan bapak kos yang mengabarkan Imran ditemukan meninggal,"pungkas saksi Budi Raharjo yang juga dibenarkan oleh saksi Heri Setiawan.(MG/SN)