Mempersulit Jalannya Persidangan, Jose Ortis Divonis 6 Tahun Penjara

Selasa, 30 Mei 2017 19:07 Hukum & Kriminal

Bagikan

Mempersulit Jalannya Persidangan, Jose Ortis Divonis 6 Tahun Penjara
Jose William Salazar Ortis (kiri) melalui kuasa hukumnya menyatakan banding atas putusan 6 tahun penjara (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews- Jose William Salazar Ortis bersama dua rekanya, Roberto Castro de La Cuba dan Frankho Pizaro Solano yang menjadi terdakwa dalam kasus pembobolan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) akhirnya divonis hukuman masing-masing 6 dan 4 tahun penjara.  

Untuk terdakwa Jose Ortis, dihukum 6 tahun karena dianggap mempersulit jalanya persidangan (melarikan diri dari sel tahanan). Sedangkan dua terdakwa lainya, divonis masing-masing 4 tahun penjara. Dalam sidang kemarin, satu terdakwa yaitu Roberto Castro de La Cuma tidak hadir karena sakit. 

Namun majelis hakim pimpinan Esktar Oktavi tetap menggelar sidang, Selasa (30/5/2017). Hal ini dilakukan karena ada aturan yang membolehkan untuk sidang tanpa dihadiri terdakwa (Inabsensia). Sementara Majelis hakim dalam amar putusnya sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Admaja yang menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Perbuatan para terdakwa sebagaiaman diatur dan diancam pidana padan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan Ke-5 KUHP."Menghukum terdakwa Juse Wiliam Ortis dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara dan terdakwa Roberto Castro de La Cuba dan Frankho Pizaro Solano dengan pidana penjara selama 4 tahun,"kata Hakim Estar Oktavi dalam amar putusnya. 

Hukuman ini lebih ringan masing-masing satu tahun dari tuntutan Jaksa yang dibacakan, Selasa (23/5/2017) lalu. Dimana dalam tuntutanya, JPU Nyoman Bela menuntut Jose Ortis dengan pidana penjara salam 7 tahun. Sedangkan untuk terdakwa Roberto Castro de La Cuba dan Frankho Pizaro Solano masing-masing dengan pidana penjara selama 5 tahun. 

Atas putusan itu, terdakwa Jose William Ortis dan Frankho Pizaro Solano melalui kuasa hukumnya, Benny Hariyono dan M. Husein menyakan mengajukan upaya hukum banding. "Kami mengajukan banding yang mulai,"ujar Benny Hariyono. Hal senada juga menjadi sidakp JPU."Kami menyakana banding,"sebut JPU Nyoman Bela. 

Sebagaimana terungkap dalam dakwaan jaksa, ketiga terdakwa ditangkap polisi pada bulan november 2016 silam di Toko Indomaret Jalan Tangkuban Perahu. Ditempat ini, para terdakwa behasil membobol ATM BRI dan BCA dengan menggunakan mesin las. Para terdakwa berhasil menggasak uang pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 117.550.000.(MG/SN)