Jadi Kurir Narkoba, Wanita Pengangguran Terancam 20 Tahun Penjara

Selasa, 06 Juni 2017 00:12 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jadi Kurir Narkoba, Wanita Pengangguran Terancam 20 Tahun Penjara
Ilustrasi-google
Denpasar,Semetonnews-Nasib sial menimpa seorang wanita bernama Maria Imelda. Pasalnya, wanita pengangguran ini harus diadili di PN Denpasar karena ketangkap basah saat menjadi kurir atau perantara jual beli narkoba. Saat ditangkap, barang bukti yang berhasil diamankan dari perempuan tamatan D1ini berupa sabu-sabu dengan berat total 72 gram dan extasi sebarat 9,26 gram. 

Dalam sidang, Senin (5/6/2017) masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Admaja. Dalam dakwaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Sutrisno menerangkan, terdakwa ditangkap Polisi pada hari Sabtu 11 Maret 2016 silam sekira pukul 17.04 di Jalan Gunung Salak, Perumahan Bali Harum. 

Dalam dakwaan diterangkan pula, sebelum terdakwa ditangkap, terdakwa dimintai oleh Freddy Fransiskus (DPO) untuk menyiapkan sabu sebarat 5 gram."Sesuai perintah Freddy, sabu itu nanti akan diambil oleh orang yang bernama Payuk,"sebut Jaksa dalam dakwaanya. Freddy juga minta kepada terdakwa untuk menggu Payuk depan rumahnya. 

Tidak lama kemudian, datang laki-laki bernama Payuk."Saat terdakwa menyerahkan barang pesanan itu, datang petugas polisi dan menangkap terdakwa, sementara Payuk berhasil lolos dari kejaran polisi,"kata Jaksa Kejari Denpasar itu. Dari tangan terdakwa, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu plastik klip yang didalamnya bersisi sabu-sabu. 

Petugas lalu melakukan penggeledahan kerumah terdakwa di Jln. Gunung Salak, Perumahan Bali Harum, Banjar Abasan. Dalam rumah itu betugas menemukan narkotika jenis sabu sabu dan ektasi. "Saat ditanya siapa pemilik barang terlarang ini, terdakwa menjawab milik Freddy Fransiskus yang merupakan kakak tirinya,"kata Jaksa Bela dalam dakwaanya. 

Atas pebuatan itu, terdakwa dijerat dengan tiga pasal berlapir. Yaitu Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 115 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(MG/SN)