Hakim Vonis WN Singapura 11 Tahun Penjara

Selasa, 06 Juni 2017 00:33 Hukum & Kriminal

Bagikan

Hakim Vonis WN Singapura 11 Tahun Penjara
Muhammad Faliq bin Nordin (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Perjuangan WN Singapura, Muhamad Faliq bin Nurdin, terdakwa kasus Narkotika untuk bisa keluar dari jeratan hukum, sia-sia. Pasalnya, majelis hakim pimpinan Gede Ginarsa dalam amar putusnya yang dibacakan di muka sidang, Senin (5/6/2017) menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa GD Ngurah Sastradi dan menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun. 

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Kejati Bali itu menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara tanpa hak, mengusai, memiliki, dan manyediakan Narkotika golongan I dan menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Namun, setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dituntut jaksa. Majelis mengurangi hukuman terdakwa dari 13 tahun menjadi 11 tahun."Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun,"kata Hakim Ginarsa dalam amar putusanya. 

Selain menghukum penjara, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 1 miliar."Apabila tidak dibayar maka diganti dengan hukuman penjara selama 4 bulan,"tegas Hakim Ginarsa. Selain itu, dalam amar putusnya majelis hakim juga mementahkan semua dalil-dalil yang diajukan oleh terdakwa. Salah satunya adalah terkait terdakwa yang disebut pengidap penyakit Bipolar (gangguan kejiwaan). 

Majelis hakim juga menyatakan tidak sependat dengan kesaksian para saksi ahli yang sempat dihadirkan dalam persidangan. Salah satunya saksi ahli kejiwaan dr. Lelay. Majelis berpendapat bahwa terdakwa yang sidang tanpa didampingi penerjamah, selama ini tidak menunjukan adanya gejala gangguan kejiwaan."Terdakwa bisa menyewa vila yang cukup lama, dan komunikasi selama persidangan juga terjalin dengan baik,"sebut Hakim dalam amar putusanya.  

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Gilbert menyatakan pikir-pikir."Pikir-pikir saja dulu ya,"kata Hakim Gede Ginarsa. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Muhammad Faliq bin Nordin ditangkap polisi usai mengambil paket yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 100,2 gram di Kantor Pos, Renon Denpasar, 10 September 2016 silam. 

Sebelum terdakwa ditangkap, pria yang berprofesi sebagai DJ itu datang ke Kantor Pos untuk mengambil paket yang dikirim dari luar negeri. Paket sendiri sejatinya ditujukan kepada seorang warga negara Inggris bernama Kobu Raum. Namun hingga terdakwa di sidang di PN Denpasar, Kobu Raum tidak pernah muncul di persidangan.(MG/SN)