Kebersamaan Dalam Keberagaman, Umat Hindu Menggelar Buka Bersama Umat Muslim

Minggu, 11 Juni 2017 22:31 Nasional

Bagikan

Kebersamaan Dalam Keberagaman, Umat Hindu Menggelar Buka Bersama Umat Muslim
Rangkaian Acara GRAK dalam Buka beraama di Markaa GRAK, Minggu (11/6) (GRAK- SN)
Denpasar, Semetonnews - Hari ibadah ramadhan yang dijalankan oleh umat Muslim memasuki hari ke 16, Minggu (11/6/2017). Hari ini pun bertepatan dengan Malam Nuzulul Quran (malam turunnya wahyu pertama Al Quran).

Menariknya, acara yang diperuntukan Umat Muslim ini berada di kediaman tokoh Bali, Nyoman Gde Sudiantara. Inisiator GRAK (Gerakan ‎Anti Radikalisme) ini memfasilitasi buka puasa bersama untuk umat muslim. Uniknya,hampir semua elemen lintas agama turut pula hadir. Baik umat Kristiani, Katholik, dan elemen dari etnis Tionghoa juga hadir.

Ketua Panitia Buka Puasa Bersama GRAK Imam Munawir, menyatakan, bahwa elemen GRAK melakukan buka puasa bersama dengan berbagi kepada sesama. Terutama, bagi mereka kaum Yatim, Piatu dan Duafa. Dari sebelum hingga berbuka puasa berjalan dengan lancar, dengan adanya hadrah rebana dan pembacaan Alquran."Berbicara Indonesia tidak bisa berbicara satu, dua golongan. Jadi, membangun sebuah gerakan anti radikalisme, ini adalah tujuan untuk persatuan dan kesatuan dan saling menghargai antar sesama," ucap Munawir.

‎Sebelum buka puasa bersama di pelataran rumah Nyoman Gde Sudiantara, umat Muslim pun mengadakan doa bersama dengan pembacaan Alquran. Dan berdoa untuk persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Kemudian, ada penghafalan Pancasila, sholat maghrib bersama dan acara makan takjil dan dilanjutkan berbuka bersama dengan megibung.

Dalam acara dengan tema menjaga kebersamaan dan memperkokoh keberagman ini diikuti oleh anak-anak hingga orang tua, mereka makan bersama atau megibung, selain itu makanan yang tersaji pun sama sama dimakan bersama-sama. 

Dalam kebersamaan ini terlihat Umat Muslim, Hindu, Kristiani dan Katholik pun akhirnya makan bersama duduk di satu meja panjang sebagai wujud keberagaman.

Sementara itu, Pengagas Kelompok GRAK, Nyoman Gde Sudiantara, selaku tuan rumah mengaku, kebersamaan dalam berbuka dengan anak Yatim, Piatu dan Duafa ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang bisa dilakukan untuk hubungan harmonis antara umat beragama di Indonesia. Ini juga bagian dari amalan ajaran Hindu yang meyakini Tri Hita Karana, tiga hubungan , yakni manusia dengan Tuhan, Manusia dan Alam, serra manusia dengan manusia.

Sehingga, apa yang dilakukan ini semata-mata untuk menjaga kebersamaan di Bali dan bisa menjadi contoh untuk daerah lainnya.
"Ini adalah keinginan kami (elemen lintas agama) untuk Indonesia tetap satu. NKRI harga mati. Dan kebersamaan antar umat ini tidak akan runtuh dengan segala upaya yang akan memecah belah. Dan selamat bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dan semoga di hari yang Fitri ini kita semua bisa senantiasa berbagi," bebernya.

Di penutup acara, santunan juga di berikan oleh Inisiator GRAK, Nyoman Gde Sudiantara beserta Istri membagikan santunan berupa bingkisan kepada ratusan anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan yang hadir. (grak-SN)