Simpan 8 Kilo Ganja, Budiarto Divonis 15 Tahun Penjara

Senin, 12 Juni 2017 21:08 Hukum & Kriminal

Bagikan

Simpan 8 Kilo Ganja, Budiarto Divonis 15 Tahun Penjara
Ilustrasi-google-semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Seorang pria bernama Budiarto (25) yang tinggal d Jln. Tukad Batanghari VII No. 8x hanya bisa tertunduk lesu saat majelis hakim PN Denpasar pimpinan Sri Wahyuni Ariningsih menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara pada sidang, Senin (12/6/2017). 

Majelis dalam amar putusnya menyatakan pria  tamatan SMP itu terbukti secara sah dan meyakinkan  tanpa hak, menyimpan, memiliki, menguasi dan menyediakan narkotika jenis ganja seberat 8.196,06 gram atau 8 kilo lebih. Selain itu terdakwa juga dinyatakan terbukti tanpa hak menguasai narkotika jenis ekstasi sebanyak 8 butir. 

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada  Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,"sebut Hakim dalam amar putusanya. Selain dihukum penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 800 juta."Apabila tidak dibayar diganti dengan hukum kurungan selama 3 bulan,"kata Hakim.

Putusan hakim, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Admaja yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun. Atas putusan itu, terdakwa meski terlihat tidak terima tetap menyatakan menerima."Saya menerima yang mulia,"sebut terdakwa dengan suara perlahan. Sedangkan JPU Nyoman Bela yang diwakili jaksa Wirayoga menyatakan pikir-pikir.  

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa, terdakwa Budianto ditangkap polisi pada tanggal 10 November 2016 sekitar pukul 18.30 Wita ditempat tinggalnya. Saat ditangkap, terdakwa mengatakan mendapat barang terlarang itu dari orang bernama Timah (DPO). Singkat cerita, terdakwa lalu diberi 9 paket ganja dan 50 bitir ekstasi oleh seseorang yang disebut terdakwa adalah orang suruhan Timah. 

"Dari 50 bitir ekstasi itu, oleh terdakwa sebagian sudah ditempel dibeberapa titik,"sebut jaksa Bela dalam dakwaanya. Demikian pula dengan ganja yang diberikan itu, sebagain oleh terdakwa juga sudah ditempel dibeberapa tempat."Terdakwa menempel ganja itu atas peritah Timah,"ujar JPU Kejari Denpasar itu. 

Polisi yang mendapat laporan dari warga yang menyebut terdakwa sering menempel narkotika langsung melakukan penangkapan. Saat ditangkap dan dan dilakukan penggeledahan badan, petugas tidak menemukan apa-apa."Kemudian petugas melakukan penggeledahan di kamar kost terdakwa,"kata Bela. Di kamar kost terdakwa inilah petugas berhasil mengamankan 24 paket ganja dan 18 butir ekstasi.(MG/SN)