Merampok Mini Market, Bule Ini Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Jumat, 16 Juni 2017 00:46 Hukum & Kriminal

Bagikan

Merampok Mini Market, Bule Ini Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Terdakwa Paul Anthony Hoffam saat mendengarkan mendengarkan tuntutan jaksa (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews, Paul Anthony Hoffam (57), bule Amerika yang ketangkap merampok di sejumlah mini market di wilayah Kuta, Kamis (15/6/2017) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGAA Fitria Chandrawati dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan atau 2,5 tahun.

Dalam amar tuntun yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa, jaksa yang bertugas di Kejari Denpasar itu menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan disejumlah tempat di Kuta. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 365 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, JPU terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan maringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat meresahkan serta merugikan orang lain. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mengakui perbuatanya."Oleh karena itu, memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan,"ujar jaksa. 

Atas tuntutan itu, terdakwa usai berkonsultasi dengan kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan pada sidang, Kamis (22/6/2017) mendatang."Kami mengajukan pembelaan,"sebut kuasa hukum terdakwa. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit  Reskrim Polsek Kuta menangkap terdakwa di Jln. Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta, Kamis (16/2) pukul 01.00, dini setelah sebelumnya menggasak sejumlah barang di salah satu mini market di Jln. Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung, pada Kamis (9/2) lalu.

Saat di Mapolsek, Paul mengaku sudah sering melakukan perampokan hingga tidak ingat lagi tempat mana saja yang pernah dijarahnya. Modus yang dilakukan selalu sama. Terdakwa datang ke mini market dan berpura-pura berbelanja Sebelum melancarkan aksinya, Sebelum beraksi, terdakwa terlebih dulu melakukan pengintaian. Target yang dipilih adalah toko atau mini market yang beroperasi hingga 24 jam, dengan petugas atau karyawan hanya seorang diri tanpa ada satpam.

Begitu ambil barang, dia pura-pura membayar di meja kasir. Saat uang dikeluarkan, si kasir akan membuka laci yang ada uangnya. Saat itulah pelaku menodongkan pisau ke petugas kasir dan mengambil semua uang yang ada serta termasuk barang belanjaan yang telah diambil lebih dulu.
Terdakwa mengaku merampok untuk biaya hidup karena tidak bekerja. Dari pengakuan, selama merampok, sang istri tidak tahu. Karena setiap pergi dia mengaku membeli makanan dan ke tempat temannya.(MG/SN)