Terdakwa Membunuh Karena Ingin Memiliki HP Korban

Jumat, 16 Juni 2017 01:03 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terdakwa Membunuh Karena Ingin Memiliki HP Korban
Terdakwa Arif Santoso saat memberi keterangan dihadapan majelis hakim (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Sidang kasus pembunuhan PSK (Pekerja Seks Komersial) bermana Jematun (46) dengan terdakwa Arif Santoso (36), Kamis (15/6/2017) kembali dilanjutkan. Sidang masuk pada agenda pemeriksaan saksi ahli yang dilanjutkan pemeriksaan terdakwa. 

Dari pengakuan terdakwa terungkap, kasus pembunuhan ini berlatar belakang terdakwa ingin memiliki Hanphone (HP) milik korban. Niat jahat ini mucul seusai terdakwa dan korban berhubungan bandan. Saat itu saat bersamaan menuju kamar mandi, terdakwa melihat HP mikik korban.

"Saat itu saya langsung punya niat untuk memiliki HP itu,"aku terdakwa dihadapan majelis hakim pimpinan Dewa Made Budi Watsara."Lalu apa yang terdakwa lakukan,"tanya hakim anggota, Made Sukereni. Terdakwa menjawab, karena ingin meniliki HP korban, tetdakwa langsung mendorong tubuh korban hingga korban terjatuh dan kepala bagian belakang membentur lantai. Tak hanya itu, setelah korban terjatuh terdakwa mengaku langsung memgang rambut korban dan kembali membenturkan kepala korban ke lantai. 

Selaij itu terdakwa ajuga mencekik leher korban yang menurut hasil fisum cekikan itu membuat tulang tenggorokan korban patah. Dari pengakuan dr. Hengki, dokter yang melakukan optopsi terhadap jasad korban, penyebab kematian korban adalah patahnya tulang tenggorokan."Hasil pemeriksaan kami, korban meninggal karena adanya tekanan (cekikan) pada leher yang menyebabkan tulang tonggorakan patah,"sebut dr. Hengki saat memberi keterangan di muka sidang.

Usai melancarkan aksinya, terdakwa mengaku panik dan langsung memasukan tubuh korban kedalam karung. Setelah masuk dalam karung korban dibawa untuk dibuang di Tukad Punggawa Jalan Kerta Dalam."Kenapa kamu buang di Kerta Dalam,"tanya Hakim yang dijawab terdakwa karena saat melintas di daerah Kerta Dalam susana dalam kedaan sepi. 

Sedangkan dari pengakuan dr. Hengky, saat korban dibuang, sejatinya korban masih dalam keadaan bernafas. Ini dibuktikan dengan ditemukanya pasir dalam rongga paru-paru korban."Dari hasil fisum kami menunjukan bahwa korban saat dibuat masih dalam keadaan bernafas,"sebut salah satu dokter RSUP Sanglah itu. 

Seperti diketahui, Korban Jematun ditemukan dalam karung di Tukad Punggawa Jln. Kerta Dalam, Sabtu (21/1/2017) lalu. Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada, Jumat (20/1) lalu sekitar pukul 03.00 Wita. Terdakwa yang usai bermain judi bola adil di daerah Sanur, ketika tiba di Jln. Danau Tempe No. 99 X, melihat korban berjalan dari arah barat menuju ke timur (kearah terdakwa). 

Singkat cerita, korban bertemu dengan terdakwa dan meminta untuk diantarkan pulang. Terdakwa bersedia mengantar asalkan dibayar. Tapi, sebelum diantar, korban terlebih dahukum meminta izin untuk buang air kecil. Saat korban buang air kecil, terdakwa sempat mengintip dan akhrinya korban dan terdakwa behubungan bandan. Usai berhubungan badan, bukannya terdakwa mengantar korban pulang, tapi malah menghabisi nyawa korban hanya gara-gara ingin memiliki HP milik korban.(MG/SN)