Ajukan Pembelaan, Terdakwa Mohon Keringanan Hukuman

Rabu, 21 Juni 2017 23:40 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ajukan Pembelaan, Terdakwa Mohon Keringanan Hukuman
Terdakwa Mahfud Hudori menghadiri sidang dengan agenda pembelaan (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Setalah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan dan dituntut hukuman 10 tahun penjara oleh jaksa, Mahfud Hudori melalui kuasa hukum I Kadek Agus Suparman dan Gde Manik Yogiartha mengajukan pledoi atau pembelaan. 

Dalam pembelaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada, Selasa (20/6) lalu  pada intinya kuasa hukum terdakwa  sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Lanang Rarja yang menyebut bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berecana. 

Alasanya, sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa memang tidak pernah punya niat untuk membunuh, Imran Hamdani. Namun diakuinya, sebelum terdakwa mengabisi nyawa korban, terdakwa terlebih dahulu mengambil pisau di kamar kos temanya. "Tapi tidak pernah terlintas dalam benak terdakwa pisau itu untuk membunuh korban. Terdakwa mengambil pisau hanya untuk menjaga diri,"sebut Agus Suparman dalam pembelaanya. 

Hal ini diperkuat dengan adanya pengakuan dari terdakwa yang menyebut postur terdakwa yang jauh lebih kecil dibanding korban. Terdakwa yang sejak awal sudah tidak tahan dengan kelakuan korban tidak bisa melawan."Korban menurut keterangan terdakwa memiliki badan yang jauh lebih besar,"ungkap Agus Suparman. Selain itu, kata Agus Suparman, antara terdakwa dengan korban tidak pernah saling mengenal sebelumnya. 

"Korban dan terdakwa baru saling kenal sesaat sebelum kejadian, jadi tidak mungkin terdakwa langsung punya niat membunuh korban,"kata Agus Suparman. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa terdakwa telah membunuh korban. Hal ini pun sudah diakui oleh terdakwa dimuka sidang. Karena itu, dalam pembelaanya tim kuasa hukum terdakwa tidak meminta kepada majelis hakim untuk memebaskan terdakwa. "Kami memohon agar majelis hakim memberikan hukuman yang seadil-adilnya,"pungkas Agus Suparman.

Diberitakan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Lanang Raharja dalam surat tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Partha Bhargawa menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Tapi terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP. 

"Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa Mahfud Hudori dengan pidana penjara selama 10 tahun,"kata Dewa Lanang. Diberitakan pula kasus pembunahan ini terjadi pada tanggal 25 Feburari 2017 lalu. Terdakwa membunuh korban karena tidak terima tubuhnya digerayangi korban yang disebut-sebut lelaki penyuka sesama jenis (Gay).(MG/SN)