Terbukti Bersalah, Bocah EGL Divonis 9 Bulan Penjara

Kamis, 22 Juni 2017 00:12 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terbukti Bersalah, Bocah EGL Divonis 9 Bulan Penjara
Ilustrasi-google
Drnpasar,Semetonnews-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, menghukum seorang remaja tanggung  berinisial  EGL (18) yang terbukti melakukan pencurian dengan hukuman sembilan bulan dikurang terdakwa selama berada dalam tahanan. 

Putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Agus Walujo Tjahjono, di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (21/6). Dalam putusannya Majelis Hakim mengatakan, EGL bersalah melanggar Pasal 363 Ayat 1 ke-4 KUHP Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP. "EGL terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pencurian," kata hakim.

Hal yang meringankan hukuman terdakwa karena bersikap sopan dalam persidangam, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum. Setelah mendengar putusan hakim itu, EGL yang didampingi Kuasa Hukumnya I Made Somya Putra mengatakan pikir-pikir  atas putusan hakim. Demikian, Jaksa Penuntut Umum juga mengatakan pikir-pikir putusan hakim.

seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Unum (JPU) Ni Made Suastini Ariani menuntut EGL dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara. Jaksa dalam amar tuntutanya menyatakan anak EGL terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian secara bersama-sama. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHO Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. 

Sementara dalam dakwaan disebutkan, bahwa aksi kejahatan yang dilakukan IGL bersama rekannya I Putu Vicky (berkas terpisah) pada Maret 2017, Pukul 05.30 Wita, di Jalan Tengku Umar Denpasar yang mencuri barang milik korban I Dewa Ayu, Wayan Hunnah, Dharma Dwi Indah.

Saat menlancarkan aksinya terdakwa dan Vicky mengendarai sepeda motor. Dimana, IGL yang dibonceng oleh Putu Vicky bertugas untuk merampas tas milik korban. Sedangkan Vicky berperan mencari target dan memepet motor korban. Barang dari hasil kejahatan itu kemudian dijual dan uangnya dibagi antara terdakwa dan Vicky.  

Atas perbutannya, korban atas nama I Dewa Ayu Juliantari mengalami kerugian Rp5 juta, Wayan Hunnah mengalami kerugian Rp850 ribu dan Dharma Dwi Indah mengalami kerugian Rp8,5 juta.(MG/SN)