Tumben, Ada Sopir Freelance Dituntut Ringan

Kamis, 22 Juni 2017 01:14 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tumben, Ada Sopir Freelance Dituntut Ringan
Ilustrasi-google
Denpasar,Semetonnews-Seorang pria berprofesi sebagai supir freelance bermana Miftahul Ulum (25) yang tinggal di Jln. Juwet Sari Gg Wisma Galang No. 1, Banjar Kajeng, Desa Suwung Kauh, Denpasar selatan  benar-benar bernasip mujur. 

Bagaimana tidak, meski hasil tes urin menyebut tidak mengandung sediaan Narkotika, tapi terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susina dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penyalahguna Narkotika golongan I bukan tanaman. Pebuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Pada sidang, Rabu (22/6), dihadapan majelis hakim, Jaksa Erawati menuntut terdakwa yang kedapatan menyimpan Narkotika jenis sabu-sabu sebarat 0,37 gram itu dengan pidana penjara selama tiga tahun."Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun,"sebut jaksa dalam surat tuntutanya. 

Dalam surut tuntutan itu juga diuraikan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. Diantara terdakwa Miftahul Umlum ditangkap pada tanggal 3 Maret 2017 sekira pukul 00.10 Wita di Toko D'Carik Jalan Juwet Sari No. 3A. Penangkapan terdakwa berawal dari adanya laparan dari masyarakat kepada polisi yang menyebut terdakwa yang hanya tamatan SMP itu memiliki, mengedarkan atau menyalahgunakan sabu. 

Atas laporan itu polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap terdakwa. Saat ditangkap, polisi langsung melakukan penggeledahan terhadap terdakwa. "Saat digeledah, ditemukan satu buah plastik kelip yang disimpan dalam dompet terdakwa yang didalamnya berisi sabu,"sebut Jaksa dalam tuntutanya. 

Atas temuan itu, petugas langsung menggiring terdakwa ke tempat kosnya di Jln. Juwet Sari Gg Wisma Galang No. 1, Banjar Kajeng, Desa Suwung Kauh, Denpasar selatan. Namun di kamar kost terdakwa petugas tidak menemukan apa-apa, dan hanya menemukan bonk (alat isap sabu), empat potong pipet putih dan tiga buah plastik klip. Terdakwa mengakui bahwa sabu yang ditemukan dalam dompetnya itu adalah miliknya yang dibeli dari seseorang. 

"Terdakwa mengatakan membeli sabu untuk dipakai sendiri,"sebut jaksa. Setelah dilakukan penimbangan terhadap barang bukti sabu yang ditemukan beratnya adalah 0,37 gram. Dalam tuntutan disebut pula bahwa dari hasil tes urine terdakwa adalah benar tidak mengandung sediaan Narkotika/Psikotropika.(MG/SN)