Coba Edarkan Ganja 18 Kilo, Pria Asal Medan Ini Dipenjara 12 Tahun

Kamis, 22 Juni 2017 23:33 Hukum & Kriminal

Bagikan

Coba Edarkan Ganja 18 Kilo, Pria Asal Medan Ini Dipenjara 12 Tahun
Ronny Martuaman Purba alias Ronny M Purba alias Maratuaman (Dok/SN)
Denpasar,Semetonnews-Ronny Martuaman Purba alias Ronny M Purba alias Maratuaman yang ketangkap basah mencoba atau berencana mengedarkan Narkotika jenis ganja seberat 18 kilo lebih itu akhirnya divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan I Gusti Ngurah Putra Atmaja. 

Pada sidang, Kamis (22/6/2017) majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya yang menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika. Perbuatan terdakwa diatur dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Namun majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman penjara yang dituntut oleh JPU. Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa Eddy Artha menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 17 tahun. Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis hakim memberikan potongan hukuman 5 tahun dari tuntutan jaksa Kejati Bali itu. 

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun, denda Rp 1,5 miliar subsider 3 bulan penjara,"demikian vonis hakim. Putusan ini sama persis dengan putusan yang diterima terdakwa Gery Yudianto (terdakwa dalam berkas terpisah). Atas putusan itu, terdakwa yang didapingi pengacara Jansen Purba mengatakan pikir-pikir. Begitu pula dengan jaksa Eddy Artha. 

Seperti diberitakan sebelumnya,  Ronny ditangkap petugas pada tanggal 19 Desember 2016 silam disebuah kos-kosan di Jalan Sahadewa Gang IV. No. 1 Legian, Kuta. Penangkapan terdakwa berawal saat terdakwa, sekitar bulan April 2016 menerima paket dari seseorang yang bernama Udin. Dalam paket yang dibungkas kertas kado itu berisikan ganja sebarat 18 kilo. 

Saat ditanya oleh petugas kepolisi, terdakwa mengakui bahwa paket berupa ganja itu adalah miliknya dikirim oleh Udin."Selanjutkan akan dikirim kepada olah lain lagi,"sebut Jaksa Eddy Artha dalam dakwaanya. Kemudian, petugas meminta kepada terdakwa untuk menghubungi Udin. 

Melalui telepon, Udin  berpesan kepada terdakwa untuk menunggu karena ada orang bernama  Gery Yudianto yang akan mengambil barang tersebut. Tidak kama kemudian datang Gery Yudianto tempat tinggal terdakwa. Saat itulah, terdakwa bersama Gery Yudianto langsung dibawa kentoar BNN untuk diperiksa lebih lanjut.(MG/SN)