Angklung Paglak Using Ditabuh, Panggilan Untuk Warga Adat Kemiren.

Senin, 26 Juni 2017 12:57 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Angklung Paglak Using Ditabuh, Panggilan Untuk Warga Adat Kemiren.
Angklung Paglak Osing, Kemiren Banyuwangi (wan-SN)
Banyuwangi, Semetonnews - Angklung paglak, ini menjadi salah satu pertanda bahwa acara sudah memasuki persiapan, ini tidak hal asing karena warga juga menggunakan saat mengumumkan bahwa akan dimulainya masa panen.

Dody Setiawan, Koordinator Acara mengaku bahwa angklung paglak adalah pertanda atau woro woro, menurutnya ini dilakukan menjelang upacara dilakukan, "jika di Bali ada Kul kul yang menjadi penanda, kita disinipun tak jauh beda yakni menggunakan angklung,tujuannya sama," katanya

Sebuah kebudayaan tak terlepas dari nilai luhur, yang hingga kini dilestarikan oleh warga Desa Adat Kemiren.Senin (26/06).

Aekanu Hariyono, salah satu budayawan Using, menjelaskan bahwa budaya agraris yang menjadi ciri warga using, khususnya di Kemiren hingga kini, warga ada using, memiliki nilai historis acara ini merupakan bentuk ketetapan hati warga masyarakat, bahwa apa yang menjadi kebiasaan warga hingga saat ini masih terjaga.

"Warga menjaga dengan baik, nilai nilai luhur yang dimiliki oleh adat mereka, terlepas dari kondisi global,angklung paglak ini tetap eksis sebagai salah satu instrumen local genius yang dimilikinya,"jelas Aekanu.

Saat inj menjelang upacara adat Barong Ider Bumi warga telah berkumpul untuk menunggu ritual dimulai. (Wan - SN)