Upacara Adat Barong Ider Bumi Usung Tema Kebersamaan dalam Keberagaman

Selasa, 27 Juni 2017 09:19 Nasional

Bagikan

Upacara Adat Barong Ider Bumi Usung Tema Kebersamaan dalam Keberagaman
Upacara Adat Barong Ider Bumi Kemiren 2017
Banyuwangi, Semetonnews -  Tradisi leluhur warga Kemiren yang hingga kini masih dipegang teguh dan dilaksanakan, salah satunya Upacara Barong Ider Bumi. 









(Menteri Pariwisata Arif Yahya, saat menarik ketupat tanda dimulainya prosesi ritual)

Sejarah ini berawal dari masa petinggi (Kepala Desa, red) yang bernama Soekarto Singo Kepundung pada tahun 1902,dimasa beliau menjabat, ia melihat bahwa perlu adanya hiburan untuk masyarakat. 



Hingga munculah inisiatif dari para seniman barong tresno budoyo, yang mayoritas warga Kemiren wetan untuk membawa serta barong berikut gamelan untuk berkeliling desa.

Menurut Andi Supandi, Tokoh Adat Kemiren, adat adalah kebiasaan yang dilakukan terus menerus dengan maksud yang baik," menggelar hiburan atau tontonan yang bersifat tuntunan, dimana Barong Sunar Udara yang dimiliki warga sebelum lereh- lereh (menari sepanjang jalan), digelar upacara ritual," katanya. 



"Pernah suatu ketika tidak ada yang melaksanakan acara ini, kala itu wabah penyakit melanda, terutama keluarga seniman barong, penyakit demi penyakit datang silih berganti, hingga akhirnya pinisepuh Desa Kemiren, memohon petunjuk kepada Sang Hyang Wenang (Tuhan Yang Maha Esa), hingga dengan upaya tulus dan sungguh sungguh, akhirnya turunlah wangsit, agar upacara Barong Ider Bumi terus digelar, tujuannya adalah menolak balak (penyakit,red) yang menghampiri Desa Kemiren, "jelas Andi Supandi. 


(Andy Supandi Tokoh Adat Kemiren (kiri,Red) dan Wawan Nike salah satu Warga Adat Desa Kemiren (kanan,red))

Meski di era globalisasi, dengan perkembangan kemajuan jaman yang pesat, Upacara Barong Ider Bumi tidaklah ditinggalkan. Korelasi makrokosmos yang menjadi lingkaran kehidupan warga kemiren kini masih berjalan, cara cara dalam ritual adat yang masih memegang nilai luhur budaya jawa kuno, dipakai demi menjaga keseimbangan manusia, alam dan Tuhan.

Terlepas dari kacamata agama apapun, upacara adat memiliki makna sebagai tontonan yang menghibur, tuntunan yang artinya mengajarkan wujud syukur kita manusia atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, dan yang terakhir adalah ageman atau pegangan yang merekatkan rasa saling memiliki satu dengan yang lain.

Senari, Ketua Panitia Barong Ider Bumi 2017, mengatakan tema yang diangkat dalam Upacara ini adalah "Kebersamaan dalam Keberagaman" konsep ini diambil dari hasil pemikiran yang mendalam atas situasi bangsa, diharapkan Upacara Barong Ider Bumi manfaatnya tidak hanya menolak balak(penyakit) warga desa tapi juga untuk bangsa yang menghadapi perpecahan dimana paham khilafah menjadi salah satu bentuk ancaman terhadap Ideologi Pancasila.

" Kebersamaan dalam keberagaman, ini hasil dari buah pikir Dody dan Wawan, yang mana situasi kebangsaan menjadi keprihatinan dua Tokoh Pemuda Desa Kemiren ini, tema ini kemudian diserahkan ke Panitia, dengan pertimbangan matang kami selaku ketua panitia menyetujui, hal ini diwujudkan dalam simbolis 5 atap tumpang di lawang kori (pintu gerbang upacara),intinya dengan Barong Ider Bumi, semua umat beragama apapun kita ajak berdoa, untuk kedamaian bangsa, dan Pancasila Bhinneka Tunggal Ika, NKRI , dan Undang Undang Dasar 1945 adalah harga mati." jelas Ketua Panitia. Senin (26/06/2017).

Menteri Pariwisata, Arif Yahya, yang juga hadir dalam acara ini pun memyambut gembira bahwa tujuan upacara adat ini bertujuan menjaga nilai nilai tradisi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar anas juga hadir berserta rombongan forum pimpinan daerah. 

Ribuan warga hadir, tidak hanya dari dari Kemiren tetapi juga dari luar Desa Kemiren, upacara diakhiri dengan makan tumpeng peteteng pecel pitik,dan sego golong. (wan-SN)