Tidak Terima Divonis 11 Tahun, WN Singapura Ini Ajukan Banding

Rabu, 05 Juli 2017 00:06 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tidak Terima Divonis 11 Tahun, WN Singapura Ini Ajukan Banding
Muhamad Faliq bin Nordin (Dok/SN)
Denpasar, Semetonnews-Muhamad Faliq bin Nordin, WN Singapura sepertinya tidak terima divonis 11 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Gde Ginarsa. Buktinya, melalui kuasa hukumnya, Yetty Septriani Waraba, Nordin yang disebut-sebut pengidap Bipolar (gangguan kejiawaan) itu mengajukan upaya hukum banding.

Hal ini seperti ditegaskan, Yetty Septriani yang ditemui di PN Denpasar, Selasa (4/7/2017)."Memori banding sudah kami kirim ke PN Denpasar,"sebut Yetty Septriani. Disinggung mengenai alasan mengajukan banding, Yetty Septriani dengan enteng menjawab karena dalam amar putusan hakim, banyak fakta yang diabaikan. "Salah satunya adalah keterangan para saksi ahli yang sama sekali tidak menjadi pertimbangan,"imbuh pengacara asal Jakarta itu.

Karena itu, dia berharap ditingkat banding nanti, majelis hakim yang menyidangkan lebih mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan."Seperti misalnya terkait kondisi kejiawaan Nordin. Dimana dari keterangan saksi, dan bukti surat yang ada, sudah jelas bahwa Nordin memang mengidap Bipolar. Nah, harapan kami hal ini bisa jadi pertimbangan hakim tingkat Banding,"harap Yetty Septriani.

Seperti diketahui, Muhamad Faliq bin Noridin pada sidang sebelumnya, Senin (5/6) lalu oleh majelis hakim pimpinan Gde Ginarsa divonis 11 tahun penjara. Majelis dalam amar putusnya menyatakan, terdakwa terbukti bersalah secara tanpa hak, mengusai, memiliki, dan manyediakan Narkotika golongan I dan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Vonis 11 tahun ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa GD Ngurah Sastradi yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun. Selain divonis 11 tahun penjara, terdakwa oleh majelis hakim juga dihukum membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Muhammad Faliq bin Nordin ditangkap polisi usai mengambil paket yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 100,2 gram di Kantor Pos, Renon Denpasar, 10 September 2016 silam. 

Sebelum terdakwa ditangkap, pria yang berprofesi sebagai DJ itu datang ke Kantor Pos untuk mengambil paket yang dikirim dari luar negeri. Paket sendiri sejatinya ditujukan kepada seorang warga negara Inggris bernama Kobu Raum. Namun hingga terdakwa di sidang di PN Denpasar, Kobu Raum tidak pernah muncul di persidangan.(MG/SN)