Hasil Otopsi: Ditemukan 20 Luka, Penyebab Kematian Karena Kekerasan Tumpul di Kepala

Kamis, 06 Juli 2017 18:23 Hukum & Kriminal

Bagikan

Hasil Otopsi: Ditemukan 20 Luka, Penyebab Kematian Karena Kekerasan Tumpul di Kepala
Terdakwa Guiliano Lemoine (kiri)/MG
Denpasar,Semetonnews-Sidang kasus penganiayaan yang berujung matinya korban bernama Steven Djingga dengan terdakwa WN (warga negara) Jerman, Guiliano Lemoine, Kamis (6/7) dilanjutkan. Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi menghadirkan seorang saksi ahli forensik dari RSUP Sanglah.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, ahli bernama dr. Kunti Yuliati memaparkan, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah Steven Djingga, ditemukan ada 20 luka. Dari 20 luka itu sebagain ada yang merupakan luka bekas tindakan medis. Dan dari hasil otupsi, kata dr. Kunti dapat disimpulkan bahwa kematian korban dikarenakan kekerasan tumpul dibagian kepala.

"Akibatkan kekarasan tumpul itu membuat korban mengalami cidera kepala berat sehingga memicu terjadinya pendaraan otak,"sebut salah satu dokter yang bertugas di RSUP Sanglah, Denpasar itu."Apakah dari otopsi yang dilakukan ditemukan adanya tanda-tanda bahwa korban ini mengalami seuatu penyakit bawaan,"tanya Jaksa Kade Wayudi.

"Dari hasil pemeriksaan, baik dalam maupun luar, kami melihat semua organ tubuh korban dalam keadaan baik,"ahli. Sementara itu salah satu kuasa hukum terdakwa, Simon Trombine memperdalam soal banyaknya luka yang ditemukan ditubuh korban."Apakah bisa dengan sekali pukul korban bisa mengalami luka sebanyak itu (20 luka termasuk luka akibat penanganan medis),"tanya Simon yang dijawab ahli bisa saja terjadi.

"Bisa saja, semua tergantung kondisi dan tempat kejadianya,"jawab dr. Kunti. Jawaban itu, sepertinya belum membuat Simon puas. Namun, meski dipertegas dengan pertanyaan yang sama, ahli tetap pada pendapatnya. "Semua tergantung tempat kejadian, dan saya tidak pernah tahu tempat kejadianya seperti apa,"pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pemukulan terhadap Steven Djingga terjadi pada Selasa, 21 Maret 2007 sekitar pukul 01.00 wita di depan Paddys Club, Jalan Legian. Mulanya, korban sedang bersama saksi Wisno Toni mengunjungi Paddys Club. Sesampai ditempat hiburan malam itu terjadi, korban tanpa sengaja bersenggolan dengan terdakwa yang berujung keributan antara korban dan terdakwa.

Saat keduanya ribut, sempat dilihat dan dilerai oleh saksi Putu Yadi Wartawan dan saksi meminta agar korban dan terdakwa keluar dari Paddys Club. Sampai diluar, ternyata pertengkaran masih terus terjadi. Terdakwa Giuliano Lemoine melayangkan memukul hidung korban.  Pukulan itu membuat korban terkapar dengan kepala bagian balakang membentur lantai.

Korban sempat dibawa RS BIMC Simpang Siur untuk mendapat perawatan medis. Tapi karena kondisi korban kritis, oleh pihak RSBIC dirujuk ke RSUP Sanglah. Setelah dirawat 4 hari di RSUP Sanglah, korban akhirnya meninggal dunia.(MG/SN)